Berita Bali
Luhut Sebut Tren Covid-19 di Bali Tinggi, Padahal Masih Status Risiko Rendah Covid-19, Ini Datanya
Kadinkes Bali menanggapi pernyataan Luhut yang menyebut tren Covid-19 kembali naik, dr Suarjaya menyampaikan data ini
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan beberapa waktu lalu menyatakan kasus Covid-19 di Provinsi Jawa-Bali mengalami tren kenaikan.
Kenaikan tren Covid-19 tersebut terjadi di 43 kabupaten atau kota dari 128 kabupaten atau kota.
Jika dipersentasekan sejumlah 33,6 persen dalam kurun waktu tujuh hari terakhir.
Ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya memberikan tanggapan.
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Bali 8 November 2021: Bertambah 8 Positif, 33 Pasien Sembuh, 1 Meninggal
Ia menyampaikan data sebaran Covid-19 di Bali selama 4 hari sejak tanggal 6-10 November 2021.
Dimana pada tanggal 6 November 2021 kasus positif Covid-19 di Bali sejumlah 14 kasus.
Tanggal 7 November 2021 kasus positif Covid-19 di Bali sejumlah 11 kasus.
Ttanggal 8 November 2021 kasus positif Covid-19 di Bali sejumlah 8 kasus.
Tanggal 9 November 2021 kasus positif Covid-19 di Bali sejumlah 21 kasus.
Terakhir pada tanggal 10 November 2021 kasus positif Covid-19 di Bali sejumlah 9 kasus.
Jika dianalisis pada data tersebut.
Jumlah kasus harian positif Covid-19 di Bali masih fluktuatif atau naik turun selama 4 hari.
Sesuai dengan data yang dihimpun karena jumlah harian kasus positif Covid-19 fluktuatif dan cenderung rendah.
Provinsi Bali saat ini masih pada status risiko rendah Covid-19.
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Bali: Bertambah 11 Kasus Baru dan 187 Pasien Menjalani Isolasi Terpusat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/update-covid-19-di-bali-sembuh-corona.jpg)