Berita Badung
Rayakan Galungan, 1.289 Babi di Potong di Kabupaten Badung
Perayaan hari raya Galungan pada Rabu 9 November 2021 lalu, ternyata banyak babi yang dipotong di Badung untuk menyambut hari suci tersebut.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Harun Ar Rasyid
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Perayaan hari raya Galungan pada Rabu 9 November 2021 lalu, ternyata banyak babi yang dipotong di Badung untuk menyambut hari suci tersebut.
Bahkan jumlahnya lebih banyak dari hari raya Galungan sebelumnya.
Tidak hanya jumlahnya yang mengalami peningkatan, Dinas Pertanian dan Pangan mencatat seluruh babi yang di potong layak untuk dikonsumsi.
Sehingga dipastikan tidak ada masalah untuk masyarakat di Gumi Keris.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijana mengatakan jumlah babi yang dipotong sudah mengalami peningkatan dari Galungan lalu.
Hal itu diprediksi, karena populasi babi sudah mengalami peningkatan.
"Dari hasil pendataan jumlah babi yang dipotong sampai hari Penampahan Galungan sebanyak 1.289 ekor. Jumlah ini meningkat dari Hari Penampahan Galungan enam bulan yang lalu," ujarnya Jumat, 12 November 2021.
Kendati demikian jumlah babi yang dipotong, dipastikan lebih banyak, lantaran pada enam bulan yang lalu jumlah babi yang dipotong sebanyak 1.000 ekor.
"Jadi kurang lebih, ada sebanyak 289 ekor penambahannya. Namun jika dibandingkan sebelum adanya virus, memang lebih banyak dari sekarang," ungkapnya.
Wijana mengakui, selain memastikan berapa jumlah babi yang dipotong, dirinya juga menerjunkan 60 tim kesehatan untuk memastikan seluruh daging babi aman untuk dikonsumsi.
"Untuk babinya, kami pastikan aman. Mengingat kami lakukan pemeriksaan dua kali, yakni sebelum dan sesudah dipotong," ucapnya.
Kendati demikian pihaknya tidak menampik, jika ada babi yang dipotong tidak didata. Pasalnya banyak masyarakat yang memotong babi secara mandiri yang dilakukan di desa-desa.
"Kalau hasil pendataan kami seribuan, mungkin lebih karena di desa banyak yang memotong babi," bebernya sembari mengatakan untuk di Badung petugas dokter hewan sebagian besar menyasar rumah pemotongan hewan.
Mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Badung ini pun kembali menegaskan sesuai standar pemeriksaan antermortem, dirinya melihat ciri-ciri fisik, termasuk sehat tidaknya hewan yang bakal dipotong.
Sementara, pemeriksaan postmortem, yakni lebih kepada pemeriksaan bagian organ dalam hewan seperti hati, limpa, dan paru. Jika tidak ditemukan penyakit, maka daging babi tersebut layak untuk dikonsumsi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mbmbmb.jpg)