Breaking News:

Berita Bali

Sekaa Shanti di Pura, Bagian Penting Panca Gita

Sudah lumrah di Bali, bahwa pada setiap upacara yadnya, khususnya di pura. pasti harus dilengkapi dengan Panca Gita

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Suasana saat sekaa shanti ngayah pesantian di Pura Dalem Taak Batubulan, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin 22 November 2021. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sudah lumrah di Bali, bahwa pada setiap upacara yadnya, khususnya di pura. pasti harus dilengkapi dengan Panca Gita

Panca Gita adalah lima macam bebunyian, yang saling dan seolah-olah saling bersahutan tatkala umat Hindu di Bali menggelar upacara keagamaan.

Panca berarti lima dan Gita berarti nyanyian atau suara. Jadi bisa diartikan Panca Gita adalah lima nyanyian atau suara, sebagai penanda sebuah upacara adat dan agama di Pulau Dewata. 

"Panca Gita adalah bagian yang tidak bisa dilepaskan dalam pelaksanaan kegiatan prosesi piodalan di pura-pura," ucap Jero Mangku Ketut Maliarsa, kepada Tribun Bali, Senin 22 November 2021.

Baca juga: Mengenal Panca Gita, Lima Macam Bebunyian dalam Ritual Keagamaan Menurut Hindu Bali

Sebab Panca Gita, kata dia, diyakini sebagai sarana untuk memunculkan vibrasi kesucian, keheningan, kedamaian, dan kenyamanan bagi umat Hindu.

Tatkala mengikuti piodalan memohon anugerah keselamatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. 

Salah satu bagian Panca Gita adalah nyanyian dan lantunan lagu dengan suara nan merdu yang dibawakan oleh sekaa shanti atau sekaa pesantian.

Biasanya sekaa shanti ini akan duduk di sebuah bale yang telah dipersiapkan oleh prajuru desa adat. 

Setelah itu, sekaa shanti akan membawakan lantunan suci, seperti kidung, kakawin, sloka, palawakya, dan geguritan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved