Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang

TERBARU! Kasus Subang Makin Mengerucut Setelah Ditangani Polda Jabar, Kombes Erdi: Tidak Ada Kendala

TERBARU! Kasus Subang Makin Mengerucut Setelah Ditangani Polda Jabar, Kombes Erdi: Tidak Ada Kendala

Tayang:
Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago saat memberikan keterangan kepada TribunJabar.id di Mapolres Sumedang, Senin (22/11/2021). 

Seperti diketahui, Tuti dan Amalia ditemukan tewas mengenaskan pada 18 Agustus 2021.

Jasad keduanya ditumpuk di dalam bagasi mobil Alphard.

Sejauh ini, polisi sudah memeriksa 55 saksi dalam perkara tersebut.

Sementara terdapat 3 saksi yang intens diperiksa periksa polisi, ketiga saksi kunci tersebut yakni Yosef (55) suami dan ayah korban, Yoris (34) kakak dan anak tertua korban, serta Danu (21) keponakan sekaligus sepupu korban.

Puluhan DNA di TKP

Sementara itu, ternyata polisi menemukan puluhan DNA di TKP kasus pembuhuhan ibu dan anak di Subang.

Hal itu terungkap setelah pemeriksaan forensik yang dilakukan ahli forensik dari Mabes Polri, Kombes Pol dr Hastry Sumy Purwanti selesai.

Dokter Hastry mengatakan, pemeriksaan forensik sudah selesai dan sudah diketahui semua pemilik DNA tersebut.

Lantas, mengapa pengungkapan kasus Subang lama?

dr Hastry pun menjelaskan tahapan penyelidikan dan penyebab mengapa proses pengungkapan kasus Subang berlangsung lama.

Menurut dia, dalam identifikasi kasus lain biasanya ada data pembanding, sehingga proses pengungkapannya cepat.

Baca juga: UPDATE TERBARU Kasus Subang: Ihwal Pelaku Tiga Orang Plus hingga Yosef yang Asyik Main Biliar

"Kalau proses identifikasi biasa, bencana massal itu bisa cepat karena ada data pembanding, kalau teroris bisa cepat karena sudah ada data pembanding dari keluarganya," kata Dokter Hastry dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Denny Darko.

Sementara dalam kasus Subang, kata Dokter Hastry, tim penyidik mendapat banyak DNA dari TKP pembunuhan ibu dan anak.

DNA itu kemudian dicocokkan dengan yang didapat dari barang bukti.

"Sekarang kasus Subang kita sudah punya puluhan DNA diduga mungkin ada di lokasi, nah kita petakan DNA itu, matching gak dengan DNA yang kita dapat dari barang bukti lain di TKP, nah itu yang proses lama," jelasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved