Breaking News:

Berita Bali

Kasus Melandai, Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Bali Alami Kelonggaran Keterisian Bed

"Sebanyak 23 bed tersisa karena kasus Covid-19 melandai. Kan kebutuhan turun, semoga terkendali terus ya," ungkapnya pada, Rabu (24 November 2021)

Istimewa
ilustrasi Perawatan pasien Covid-19 di RSUD Klungkung. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pasca melandainya kasus Covid-19 di Bali ketersediaan bed alami pelonggaran di beberapa Rumah Sakit Rujukan Covid-19.

Salah satunya pada RSUP Sanglah Denpasar yang kemarin hanya merawat 1 pasien Covid-19 yang ditempatkan di Ruang perawatan khusus Nusa Indah.

Ketika dikonfirmasi, Kasubag Humas RSUP Sanglah, Dewa Ketut Kresna mengatakan saat ini bed yang tersisa di RSUP Sanglah sebanyak 23 bed.

"Sebanyak 23 bed tersisa karena kasus Covid-19 melandai. Kan kebutuhan turun, semoga terkendali terus ya," ungkapnya pada, Rabu (24 November 2021).

Sementara itu untuk ketersediaan obat-obatan dan oksigen dikatakan Dewa masih aman dan tercukupi baik untuk pasien Covid-19 dan pasien umum.

Baca juga: Kesembuhan Pasien Covid-19 di Kota Denpasar Mencapai 97,17 Persen

Dan untuk mengantisipasi adanya gelombang ketiga jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2022 RSUP Sanglah telah memastikan kesiapan untuk menangani lonjakan kasus.

"Dengan system yang sudah terbangun di RSUP Sanglah, ketika kecenderungan kasus meningkat, otomatis jumlah ruangan untuk penanganan akan menyesuaikan. Meski saat ini kasus sudah melandai, yang mana jumlah bed tersedia sebanyak 23 bed, namun bila kasus melonjak, dengan system yang sudah terbangun, otomatis jumlah ruangan akan menyesuaikan," tambahnya.

Selain RSUP Sanglah, RSUD Wangaya Denpasar juga mengalami kelonggaran Keterisian bed pasca kasus Covid-19 di Kota Denpasar turun.

Ketika dihubungi, Plt. Kasubag Humas RSUD Wangaya, Putu Oka Hendra menyebutkan hanya merawat pasien Covid-19 satu orang saja.

"Jumlah bed yang tersedia 38 dengan rincian RA keterisian nihil sisa 16, VK keterisian nihil 0 sisa 5, IRIT keterisian 1 sisa 7, Intemidiate keterisian nihil sisa 10. Total pasien dirawat 1 dalam kategori pasien suspect," kata, Hendra.

Sementara untuk ruang Merak yang memang khusus untuk menangani pasien Covid-19 dengan intensif berkapasitas 8 bed. Dan hanya terisi oleh satu pasien.

Dengan rincian ICU Covid kapasitas 5 Bed, keterisian nihil, ICU Suspect kapasitas 1 Bed terisi 1 pasien, PICU Covid kapasitas 1 Bed keterisian nihil dan NICU Covid kapasitas 1 Bed dan Keterisian nihil.

Untuk stok obat-obatan dan oksigen, Hendra mengatakan masih aman untuk kondisi saat ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved