Breaking News:

Berita Klungkung

Kelapa Mahal di Klungkung, Wayan Sudiani Terpaksa Naikkan Harga Minyak Tandusan

Harga kelapa yang meningkat beberapa minggu belakangan, membuatnya terpaksa harus menaikkan harga minyak goreng yang ia produksi

Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Ni Wayan Sudiani dan kerabatnya tengah sibuk memproduksi minyak goreng "tandusan" ketika ditemui di tempat usahanya di Desa Gunaksa, Klungkung, Senin (29/11/2021). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Ni Wayan Sudiani dan kerabatnya tengah sibuk memproduksi minyak goreng "tandusan" ketika ditemui di tempat usahanya di Desa Gunaksa, Klungkung, Senin (29/11/2021).

Harga kelapa yang meningkat beberapa minggu belakangan, membuatnya terpaksa harus menaikkan harga minyak goreng yang ia produksi.

Sudiani menjelaskan, saat ini dirinya memang banyak mendapatkan orderan minyak goreng. Hanya saja ia tidak bisa memproduksi banyak minyak.

 Saat ini ketersediaan buah kelapa sangat terbatas di pasaran, yang membuat harganya juga naik.

Baca juga: Tertimpa Pohon Tumbang di Klungkung, Kepala Anak Dijahit, Kini Budiarta Harus Pindah ke Kerabat

" Entah kenapa sekarang sulit mencari kelapa, sehingga otomatis harganya juga naik," ungkap Sudiani, Senin (29/11/2021).

Menurutnya harga buah kelapa saat ini yang paling tertinggi, mencapai Rp 6.000 per buah.

Padahal sebelumnya harganya sudah termasuk tinggi, yakni Rp 4.000 per buah.

Menurutnya harga buah kelapa kali ini, yang paling tinggi selama 20 tahun ia menekuni usaha pembuatan minyak goreng.

" Harga kali ini yang paling tinggi, biasanya paling tinggi harga kelapa Rp 5 ribu per buah, sekarang sudah Rp 6 ribu. Itupun susah mendapatkannya karena ketersediaanya terbatas saat ini.

Saya biasanya datangkan kelapa dari Jembrana, Karangasem, atau Bangli," ungkapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved