Breaking News:

Berita Bali

Tawarkan Uni Eropa ‘Work From Bali’, Kadin Bali Harapkan Tamu yang Datang Benar-benar Spend Money

"Perlu waktu (perjanjian kemitraan) setelah itu Pandemi Covid-19, bagaimana caranya. Sekarang dengan pengalaman dua tahun ditimpa pandemi sampai kapan

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali. 

Laporan Wartawan, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, bekerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bali, melakukan pertemuan bisnis pada, Senin (29 November 2021).

Tujuan pertemuan bisnis dan kunjungan kerja ke Provinsi Bali adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia – Uni Eropa (IEU-CEPA) yang tengah dirundingkan, serta untuk membahas peluang perdagangan dan investasi bilateral dengan para pemangku kepentingan di provinsi tersebut.

Perjanjian kemitraan ini memang direncanakan sudah sejak lama.

Dan dalam konferensi pers yang diadakan dengan media, Made Ariandi selaku Ketua Kadin Bali mengatakan untuk perjanjian kemitraan tersebut memang diperlukan waktu yang cukup lama terlebih seluruh dunia saat ini ditimpa pandemi Covid-19.

Baca juga: Kadin Sebut Presidensi Indonesia di G20 Akan Beri Manfaat Besar pada Sektor Perdagangan & Investasi

"Perlu waktu (perjanjian kemitraan) setelah itu Pandemi Covid-19, bagaimana caranya. Sekarang dengan pengalaman dua tahun ditimpa pandemi sampai kapan kita harus menunggu, maka dari itu kita harus melakukan," katanya.

Ia juga mengatakan varian baru Covid-19 yang menimpa Negara Afrika yakni varian Omicron menyerang orang yang belum tervaksin Covid-19.

Sedangkan masyarakat khususnya di Bali sudah divaksin sebanyak 102 persen didosis pertama dan 80 persen di dosis kedua.

"Asal prokes, mereka Negara Eropa bisa datang ke Bali mungkin bahkan untuk work from Bali yang diharapkan dapat membuat mereka nyaman. Itu adalah bagian dari investasi pariwisata. Jangan sampai salah kaprah kemarin volume-volume tamu yang diperbanyak jadi hotel diperbanyak," tambahnya.

Menurutnya kebijakan social distancing harus tetap berjalan dengan tidak harus tamu atau wisman yang datang berjumlah banyak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved