Breaking News:

Berita Jembrana

Tujuh Tahun Abrasi di Jineng Agung Gilimanuk Makin Parah Hingga Gerus Kamar Warga

Abrasi di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, sudah semakin parah.

ist
Bupati Jembrana, I Nengah Tamba saat meninjau abrasi di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Abrasi di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, sudah semakin parah.

Bahkan, sudah tujuh tahun abrasi terjadi di wilayah ujung barat Kabupaten Jembrana itu.

Saat ini, beberapa warga mengaku, bahwa abrasi sudah menggerus kamar atau rumah warga.

Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, mengatakan, bahwa abrasi ini sudah terjadi tujuh tahun lebih, sekarang kondisinya makin parah sampai menggerus bagian kamar rumah warga.

Karena itu, pihaknya mengawal agar proses bantuan pemulihan abrasi ini dapat disetujui untuk direalisasikan.

Baca juga: Patung Sang Kala Tri Semaya, Patung Pertama Kedux, Dipasang di Jembatan Gajah Mada Denpasar

Baca juga: Ramalan Zodiak Karier Besok Kamis 2 Desember 2021, Cancer Ceroboh Scorpio Segera Resign

Baca juga: CUAN! 6 Shio Ini Bernasib Mujur di Bulan Desember 2021, Mereka Telah Belajar dari Kegagalan

Pihaknya mendiskusikan dengan Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi (Kemenko Marves) dan juga BSWBP terkait abrasi ini.

Dimana pemulihan ini juga seiring dengan rencana pembangunan Pelabuhan Gilimanuk sebagai Pelabuhan bertaraf Internasional.

“Dan tentu tidak mungkin daerah disekitarnya akan dibiarkan kondisinya jelek, ketika akan dibangun pelabuhan bertaraf Internasional. Astungkara tahun depan 2022 dapat terealisasi,” ucapnya, Rabu 1 Desember 2021.

Tamba mengaku, bahwa pada kunjungannya kemarin Selasa 30 Desember 2021, bahwa dengan kondisi yang makin parah maka rencana bantuan ini dapat terealisasi, semoga tidak ada intervensi besar menggagalkan bantuan ini.

Untuk penanganan abrasi sendiri yang akan mendapatkan perbaikan di Jineng Agung ini sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 40 miliar.

Sedangkan untuk abrasi di pebuahan akan diperjuangkan tahun 2023.

“Semua akan kita kawal dan perjuangkan, tetapi karena keterbatasan anggaran, masyarakat harus maklum,” jelasnya.

Baca juga: Usai Nonton Film Kadet 1947 di Bali, Danlanud I Gusti Ngurah Rai: Banyak Esensi yang Bisa Diambil

Baca juga: PAHIT! 4 ZODIAK Waspadai Nasib Sial, Bakal Apes dan Kurang Beruntung Besok Kamis 2 Desember 2021

Kepala Satuan Kerja PPK Sungai dan Pantai II Balai Sungai Wilayah Bali Penida (BSWBP) Kementerian PUPR, Made Denny Satya Wijaya, mengatakan bahwa proyek ini sudah dianggarkan di pusat dan sudah ketok palu dan dapat direalisasikan tahun depan.

“Semoga saja tidak ada perubahan, rencananya tahun depan,” bebernya. (ang).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved