Breaking News:

Corona di Indonesia

Pengobatan Covid-19 Masih Efektif pada Varian Omicron

Cara pengobatan pada Covid-19 saat ini pada varian Omicron masih efektif, bahkan dalam menangani pasien Covid-19 yang parah.

Editor: DionDBPutra
Instagram/reisabrotoasmoro
Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro, mengatakan sejauh ini masih ada kabar baik terkait varian Omicron.

Cara pengobatan pada Covid-19 saat ini pada varian Omicron masih efektif, bahkan dalam menangani pasien Covid-19 yang parah.

"Untuk pasien tidak gejala dan ringan diminta isolasi mandiri paling tidak 10 hari dengan konsultasi dokter atau puskemas," ujar Reisa, mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada konferensi pers virtual, Kamis 2 Desember 2021.

Baca juga: Luhut: Pemerintah Sudah Antisipasi Merebaknya Varian Omicron di Sejumlah Negara

Baca juga: Varian Omicron Sudah Masuk Singapura, 2 Orang Terdeteksi Positif

Ia juga mengatakan, WHO meminta negara anggota badan dunia itu, termasuk Indonesia, berkontribusi dalam berbagai data karakter klinis agar karakter varian dapat segera dianalisis secara bersama.

Oleh karena itu, upaya tes dan pelacakan virus harus tetap konsisten di angka yang tinggi, yaitu minimal satu tes perseribu orang perminggunya.

"Kemarin saja di seluruh Indonesia, ada 208.099 orang dites. Lebih dari cukup mendeteksi seberapa tinggi atau rendahnya penularan Covid di Indonesia," kata Reisa.

Berkat angka tes yang tinggi, katanya, pemerintah dapat mempercayai data yang menunjukkan tingkat konfirmasi positif perhari selama seminggu terakhir.

Reisa menyebutkan tingkat konfirmasi saat ini berada di bawah satu persen hingga kisaran 0,2 persen.

Masih mengutip WHO, Reisa mengatakan, badan dunia itu pada Minggu 28 November 2021 mengatakan belum jelas apakah Omicron lebih menular atau menyebabkan penyakit lebih parah dibandingkan varian lainnya.

"Ahli epidemiolog Afrika Selatan belum cukup data yang dikumpulkan untuk menentukan implikasi klinis Omicron dengan varian lain," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved