Berita Nasional
Satu Tewas, 10 Orang Terluka, Gunung Semeru Meletus, Warga Mengungsi
Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi dengan mengeluarkan lava pijar
TRIBUN-BALI.COM, LUMAJANG – Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) mengalami erupsi dengan mengeluarkan lava pijar.
Erupsi disertai guguran awan panas dan hujan abu vulkanik yang cukup tebal, sehingga dua kecamatan terpantau gelap gulita di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu 4 Desember 2021, pukul 15.30 WIB.
Sejak sebelumnya memang terjadi peningkatan aktivitas Gunung Semeru.
Kronologinya, pada pukul 15.00 WIB terjadi peningkatan aktivitas Gunung Berapi Semeru yang disertai awan panas guguran.
Baca juga: Meletus Hari Ini, Simak Sejarah Erupsi Gunung Semeru yang Terekam Mulai Tahun 1818
Penduduk diimbau untuk menjauhi daerah sekitar sungai yang berhulu di Gunung Semeru.
Gunung api itu tampak memuntahkan asap pekat berwarna abu-abu.
Kemunculan asap pekat berwarna abu-abu itu membuat warga di sekitar gunung berhamburan berusaha menyelamatkan diri.
Informasi terbaru dari TNI AD, Sabtu malam menyebutkan, 1 orang telah dipastikan meninggal dunia.
Ada pula 10 korban luka-luka, yang mayoritas mengalami luka bakar dan dirawat di Puskesmas Candipuro serta Puskesmas Penanggal.
Tim evakuasi gabungan masih melakukan pendataan dan kemungkinan jumlah korban akan terus bertambah.
Letusan Gunung Semeru juga berdampak pada akses listrik warga di seluruh Lumajang.
Erupsi Gunung Semeru merusak sejumlah bangunan dan infrastuktur di Kabupaten Lumajang.
Sementara, sejumlah warga luka-luka dan membutuhkan bantuan untuk bertahan di tempat pengungsian.
Letusan Gunung Semeru paling berdampak di dua kecamatan di Lumajang, yaitu Candipuro dan Pronojiwo.
Warga 8 desa di dua kecamatan itu mengalami hujan debu vulkanik dan banjir lahar dingin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/evakuasi-korban-erupsi-gunung-semeru-sabtu-4-desember-2021.jpg)