Breaking News:

Berita Bali

8 Penerbangan Dari dan Menuju Bali Terdampak Cuaca Buruk, Alami Delay hingga Kembali ke Bandara Asal

Dimana sejumlah penerbangan menuju dan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali harus divert atau dialihkan, return to base (RTB) atau

Tribunnews.com
ilustrasi cuaca buruk 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Provinsi Bali sejak kemarin sore dilanda cuaca buruk dimana hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang selain berdampak banjir, ternyata berdampak juga terhadap penerbangan.

Dimana sejumlah penerbangan menuju dan dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali harus divert atau dialihkan, return to base (RTB) atau kembali ke Bandara asal hingga delay atau ditunda keberangkatannya.

“Kemarin ada 8 penerbangan terdampak akibat bad weather atau cuaca buruk,” ujar Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Taufan Yudhistira, kepada tribunbali.com, Senin (6 Desember 2021).

Dari 8 penerbangan itu diantaranya 4 penerbangan ditunda atau delay yakni Super Air Jet rute Denpasar-Jakarta, Citilink rute Denpasar-Jakarta, Lion Air rute Denpasar-Jakarta dan Batik Air rute Denpasar-Jakarta.

Baca juga: Cerita Mikhayla Naik Pesawat yang Gagal Landing di Bali karena Cuaca Ekstrem, 4 Flight Terkena Imbas

Satu penerbangan return to base (RTB) atau kembali ke Bandara asal yakni maskapai Super Air Jet rute Jakarta-Denpasar kembali ke Jakarta.

Sementara 3 penerbangan yang dialihkan atau divert diantaranya Lion Air rute Makassar-Denpasar dialihkan ke Jakarta, charter flight rute Bandung-Denpasar divert to Surabaya dan Citilink rute Jakarta-Denpasar divert to Surabaya.

Pihak pengelola bandara juga menanggapi viral video salah satu pesawat yang RTB yakni Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU754 rute Jakarta-Denpasar.

“Kemarin ramai yang return to base itu Super Air Jet dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta ke Bali. Reason atau alasannya karena bad weather dan keputusan pesawat itu RTB ada di manajemen maskapai yang bersangkutan,” imbuh Taufan.

Dampak bad weather kemarin, operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali harus diperpanjang hingga pukul 02.00 WITA dinihari tadi.

Padahal setiap harinya saat ini dampak pandemi Covid-19, operasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali hanya 13 jam yakni dari pukul 07.00 hingga 20.00 WITA.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved