Breaking News:

Berita Klungkung

Mahasabha IV Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen Ingatkan "Guyub Masemeton"

Kekuatan sebuah persaudaraan terletak pada rasa persatuan baik dalam keadaan suka maupun duka.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Suasana Sidang Paripurna Mahasabha IV Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen (AWBS) 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Kekuatan sebuah persaudaraan terletak pada rasa persatuan baik dalam keadaan suka maupun duka.

Pentingnya prinsip guyub masemeton ini kembali diingatkan saat Mahasabha IV Pasemetonan Arya Wang Bang Sidemen (AWBS) yang digelar di Pura Penataran Kacang Paos, Dawa, Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung pada Redite Kliwon Pujut, Minggu 5 Desember 2021 kemarin.

Mahasabha kali ini mengambil tema tema “Ala Ayu Tunggal, Ala Ayu Kabeh, Ala Tunggal Ala Kabeh, Ayu Tunggal Ayu Kabeh” yang bermakna rukun bersaudara baik dalam keadaan suka maupun duka.

Baca juga: Sesuhunan Macecingak Kelilingi Wilayah, Nyomia Bhuta Kala di Desa Adat Pangi Klungkung

Pasemetonan AWBS sendiri tersebar luas di Bali dan luar Bali. Menurut Ketua Pasemetonan AWBS Pusat/Provinsi Bali, Prof Dr I Gusti Ngurah Sudiana, piteket (nasihat) leluhur tentang rasa persatuan ini adalah sebuah warisan nilai kehidupan yang sangat tinggi. 

“Mahasabha kali ini sangat tepat untuk menyatukan seluruh semeton baik dari sisi visi misi organisasi, ikatan persaudaraan, termasuk berkaitan dengan kesejarahan dari mana kita berasal,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sudiana yang juga Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali ini menerangkan, pemilihan Pura Penataran Kacang Paos sebagai tempat pelaksanaan Mahasabha IV memiliki alasan khusus.

Menurut Sudiana, Pura Penataran Kacang Paos memiliki sejarah keterkaitan dengan leluhur AWBS.

Jadi, mahasabha kali ini juga sekaligus dianggap sebagai napak tilas untuk mengingat sejarah asal pasemetonan AWBS.

Baca juga: BREAKING NEWS: Klungkung Diguyur Hujan Deras Sejak Minggu Sore, Pohon Tumbang hingga Senderan Jebol

“Kalau dilihat sejarah, adanya nama Arya Wang Bang Sidemen berasal dari Pura Penataran Kacang Paos. Untuk menapak sejarah, kami rasa mahasabha sangat baik dilaksanakan di sini,” kata Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa itu.

Ketua Panitia Mahasabha IV Pasemetonan AWBS, I Gusti Ngurah Antara Putra menjelaskan, hingga saat ini jumlah semeton AWBS yang terdata sudah di atas 50 ribu jiwa dan 95 merajan/dadia yang tersebar di Bali dan luar Bali.

Dia menyinggung, Mahasabha IV Pasemetonan AWBS semestinya digelar pada tahun 2020. Namun karena situasi pandemi covid-19, disepakati untuk digelar tahun 2021.

Baca juga: Antisipasi Dampak La Nina, BPBD Klungkung Siapkan Petugas dan Alat Berat untuk Mitigasi Bencana

Sementara itu, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta yang menghadiri sekaligus membuka mahasabha tersebut mengaku ajang bertemu Pasemeton AWBS dinilai sebagai cara untuk mengisi diri agar lebih banyak mengenal pasemetonan yang ada di Bali.

“Siapapun kita adalah satu. Sehingga saya datang hari ini juga sekaligus sedang mengisi diri untuk mengenal pasemetonan yang ada di sini,” kata Bupati Suwirta. (*)

Berita lainnya di Berita Klungkung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved