Berita Badung

Banyak Kotoran, Desa Adat Pererenan Larang Pengunjung Bawa Hewan Peliharaan Lebih Dari 1 ke Pantai

Bahkan menyikapi kondisi itu, Desa Adat setempat pun membuat peraturan kepada warga atau pengunjung pantai pererenan

istimewa
Warga desa Adat Pererenan saat melakukan pemasangan baliho larangan membawa anjing lebih dari satu di Pantai Pererenan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pantai Pererenan yang berlokasi di Desa Pererenan, Kecamatan Mengwi, Badung kabarnya banyak kotoran hewan seperti anjing.

Bahkan menyikapi kondisi itu, Desa Adat setempat pun membuat peraturan kepada warga atau pengunjung pantai pererenan.

Peraturan yang dibuat itu pun dengan melarang pengunjung untuk membawa anjing lebih dari satu ke pantai.

Bahkan peraturan berupa larangan itu pun sudah ditempel di beberapa titik pantai dengan harapan  menjaga kebersihan Pantai Pererenan.

Baca juga: Jelang Nataru, Satlantas Polres Badung Ingatkan Masyarakat Tentang Prokes Dengan Bagikan Masker 

"Larangan ini dikeluarkan untuk meminimalisir adanya kotoran hewan peliharaan di pantai yang merupakan salah satu spot surfing," ujar Bendesa Adat Pererenan Ketut Sukerasena Rabu 8 Desember 2021.

Pihaknya pun mengaku larangan tersebut dipasang di setiap tempat keramaian, seperti pantai dan lapangan.

Hal ini dilakukan untuk menjaga kebersihan daerah yang merupakan tujuan wisatawan.

"Ini kami lakukan karena daerah kami sebagai tujuan wisata jadi harus menjaga kebersihan lingkungan," tegasnya.

Pihaknya mengaku selama ini, ada beberapa pecinta anjing yang membawa peliharaan. Bahkan ada yang membawa puluhan dan di pantai banyak kotoran anjing.

Pihaknya mengaku  kotoran anjing tersebut mengganggu kenyamanan bagi pengunjung di pantai.

Bahkan larangan itu pun hasil dari rapat bersama (rembugan) Prajuru Desa, sehingga diputuskanlah membuat pengumuman dan larangan tersebut.

"Ini hasil keputusan bersama, dengan harapan desa kami bersih dari kotoran hewan yang selama ini mengganggu sekali," ucapnya.

Sukerasena pun mengaku larangan itu merupakan langkah antisipasi desa karena banyak yang komplain dari wisatawan asing dan warga lokal.

Selain antisipasi kesehatan kami juga antisipasi adanya gigitan anjing.

Baca juga: Diduga Melanggar Sempadan, Satpol PP Badung akan Cek Rumah Terendam Banjir di Dekat Tukad Mati

"Saat ini larangan yang sudah terpasang baru berbentuk surat keputusan. Kedepannya akan dilakukan rapat kembali untuk menjadikan larangan tersebut sebuah perarem," tegasnya.

Pemasangan pamflet dilakukan segera karena sifatnya sangat mendesak. Sehingga juga baru berbentuk surat keputusan.

"Kemudian saat ini kalau ada pelanggaran kami akan bina terlebih dahulu, setelah menjadi pararem baru akan kami tentukan sanksinya," jelasnya.

Lebih lanjut pihaknya berharap, seluruh komponen masyarakat dan pengunjung agar dapat menaati aturan tersebut.

Untuk memastikan pihaknya juga sudah membagikan larangan tersebut melalui media sosial.

"Tentunya kami berharap untuk wisatawan atau masyarakat agar dapat mengikuti aturan tersebut. Untuk menciptakan kenyamanan bersama," imbuhnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved