Serba Serbi

Manifestasi Siwa-Uma, Berikut Filosofi Pentingnya Barong dan Rangda di Bali

Rangda dan barong juga kerap ditarikan, baik dalam pertunjukan seni profan di Bali, maupun dalam pementasan calonarang di pura-pura

istdoc pribadi Mang Mega
Beberapa barong sesuhunan Desa Pakraman Mas, Ubud, Gianyar. 

Salah satu caranya dengan mempelajari tarian barong dan rangda, serta filosofi kehidupan yang ada di baliknya.

Baca juga: Pemkot Denpasar Gelar Lomba Bapang Barong Ket dan Mekendang Tunggal, Wujud Pelestarian Seni Budaya

"Sebab untuk menarikan barong dan rangda, tidak boleh sembarangan. Ada pakemnya sendiri. Apalagi jika menarikan barong dan rangda sesuhunan," tegasnya.

Hal ini penting dipahami, agar tatkala terjadi pertunjukan tidak sampai terjadi kecelakaan. Seperti beberapa kasus keris yang tembus saat prosesi ngurek atau matebekan.

Khusus untuk penari barong dan rangda sesuhunan, maka orang tersebut juga harus mabersih, mawinten, dan melakukan prosesi lainnya. Sehingga menyatu dengan kesucian dari barong dan rangda tersebut.

"Tidak bisa sembarangan, hanya karena mau atau keturunan mau menari rangda atau barong. Itu ada prosesnya, harus melalui tahapan," jelasnya. (*)

Artikel lainnya di Serba Serbi

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved