Berita Bali
Nilai Ekspor Ikan Bali pada November 2021 Capai Rp 218 Miliar, Naik 12,58 Persen
Hal tersebut sesuai dengan data Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Denpasar.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ekspor sektor perikanan di Bali pada bulan November 2021 sebesar Rp 218,75 miliar.
Hal tersebut sesuai dengan data Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Denpasar.
Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 12,58 persen dibandingkan nilai ekspor tahun 2020 pada periode yang sama.
Dimana November 2020 ekspor ikan Rp 194,31 miliar.
Baca juga: 5.700 Benih Ikan Koi dan Nila Ditebar di Dua Sungai di Denpasar
Kepala BKIPM Denpasar, Anwar menerangkan nilai ekspor ikan hidup pada bulan November 2021 sebesar Rp 12,28 miliar.
Angka ini mengalami penurunan sebesar 35,61 persen dibandingkan dengan tahun 2020 di periode yang sama dengan nilai ekspor ikan hidup mencapai 19,08 miliar.
Sementara itu, nilai ekspor ikan non hidup pada bulan November 2021 sebesar Rp 206,46 miliar.
"Angkanya naik sebesar 17,82 persen dibandingkan dengan tahun 2020 di periode yang sama yang nilai ekspor ikan non hidupnya Rp 175,23 miliar," katanya, Rabu, 8 Desember 2021.
Negara tujuan ekspor bulan November berkurang dua negara dibandingkan dengan bulan Oktober lalu.
"Berkurang dua negara dari bulan sebelumnya yang sebanyak 56 negara. Bulan ini 54 negara," katanya.
Adapun 54 negara tersebut didominasi oleh United States dengan nilai ekspor sebesar Rp 79,83 miliar (36,49 persen), Taiwan sebesar Rp 40,13 miliar (18,35 persen), China sebesar Rp 29,39 miliar (13,44 persen), Australia sebesar Rp 24,94 miliar (11,40 persen), Japan sebesar Rp 13,63 miliar (6,23 persen) dan 49 negara lainnya sebesar Rp 30,82 miliar (14,09 persen).
“Kalau negara ini bukan tidak pesan lagi, tapi memang mereka memiliki waktunya sendiri.
Bisa saja bulan ini tidak pesan ikan, bulan depan mereka pesan ikan. Jadi tidak ada negara yang mundur,” katanya.
Lima besar komoditi ikan hidup yang diekspor bulan November yakni coral, ikan hias air laut, benih bandeng, kerapu, dan udang.
Baca juga: Nikmatnya Papeda & Ikan Kuah Kuning di Warung Egens Bali, Digemari Berbagai Kalangan Masyarakat
Sedangkan lima besar komoditi ikan non hidup yang diekspor bulan November yakni tuna, cumi-cumi, mutiara, kakap, dan marlin. (*)
Artikel lainnya di Berita Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/abk-di-pelabuhan-benoa.jpg)