Australia
Menkeu Australia Serukan Pelonggaran Pembatasan Covid-19 Demi Pemulihan Ekonomi
Australia adalah negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, dengan hampir 90 persen orang berusia di atas 16 tahun telah divaksin sepenuhnya
TRIBUN-BALI.COM, CANBERRA - Menteri Keuangan Australia, Josh Frydenberg mengatakan, negeri itu harus melonggarkan pembatasan Covid-19 untuk meningkatkan pemulihan ekonomi.
"Negara harus tetap tenang dan berjalan. Dan tidak bereaksi berlebihan terhadap varian Omicron," kata Frydenberg kepada wartawan di Melbourne, Sabtu 11 Desember 2021.
Australia adalah negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, dengan hampir 90 persen orang berusia di atas 16 tahun telah divaksin sepenuhnya.
Baca juga: Australia Setujui Pemakaian Vaksin Pfizer untuk Anak Usia 5-11 Tahun
Baca juga: Kasus Covid-19 di Australia Kembali Meningkat, Varian Omicron Mulai Menyebar
Namun, Australia menemukan 1.753 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir, atau naik sekitar 3 persen dalam seminggu terakhir dan menjadi total kasus harian tertinggi sejak 29 Oktober 2021.
Frydenberg mengatakan para pemimpin negara bagian dan teritori harus melonggarkan pembatasan yang diterapkan untuk memperlambat penyebaran virus, dan menekankan perlunya mempercepat pertumbuhan ekonomi Australia sementara ia menepis kekhawatiran tentang varian Omicron.
"Pemulihan ekonomi kita bergantung pada pelonggaran aturan. Kita memiliki tingkat vaksinasi pada rekor tertinggi sekarang dan itu telah terbukti menjadi pertahanan vital melawan Covid," ujar dia.
Sementara beberapa tindakan telah dilonggarkan saat vaksin diluncurkan, perjalanan antarnegara bagian masih dilarang antara beberapa negara bagian dan batasan kapasitas di toko-toko dan restoran ditegakkan dengan ketat.
Ekonomi senilai 2 triliun dolar Australia (sekitar Rp20.592 triliun) hancur akibat lockdown di dua negara bagian terbesar di Australia, dan produk domestik bruto turun 1,9 persen pada kuartal ketiga.
Para ekonom dan pembuat kebijakan memperkirakan ekonomi Australia akan pulih dengan tajam pada 2022 ketika negara itu membuka kembali perbatasan internasional mereka, meningkatkan pariwisata, dan sektor pendidikan.
Australia bulan lalu menunda mengizinkan pemegang visa asing masuk hingga setidaknya pertengahan Desember 2021.
Frydenberg mengatakan keputusan tentang apakah akan membuka kembali perbatasan antarnegara akan dibuat dalam beberapa hari ke depan.
Afrika Selatan
Para ilmuwan Afrika Selatan mengatakan belum ada tanda bahwa virus corona varian Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah.
Meskipun para ilmuwan mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk sampai pada kesimpulan yang pasti, Menteri Kesehatan Afsel Joe Phaahla mengatakan belum ada tanda-tanda keparahan Covid-19 akibat varian Omicron.
"Data awal memang menunjukkan bahwa sementara ada peningkatan tingkat rawat inap ... sepertinya itu murni karena angka kasus daripada sebagai akibat dari keparahan varian Omicron ini," kata dia pada Jumat 10 Desember 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasien-rs-royal-melbourne-australia.jpg)