Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Australia

Menkeu Australia Serukan Pelonggaran Pembatasan Covid-19 Demi Pemulihan Ekonomi

Australia adalah negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, dengan hampir 90 persen orang berusia di atas 16 tahun telah divaksin sepenuhnya

Tayang:
Editor: DionDBPutra
AFP/WILLIAM WEST
Staf medis mengangkut seorang pasien dari Rumah Sakit Royal Melbourne di Melbourne pada 9 Oktober 2021 lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, CANBERRA - Menteri Keuangan Australia, Josh Frydenberg mengatakan, negeri itu harus melonggarkan pembatasan Covid-19 untuk meningkatkan pemulihan ekonomi.

"Negara harus tetap tenang dan berjalan. Dan tidak bereaksi berlebihan terhadap varian Omicron," kata Frydenberg kepada wartawan di Melbourne, Sabtu 11 Desember 2021.

Australia adalah negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi di dunia, dengan hampir 90 persen orang berusia di atas 16 tahun telah divaksin sepenuhnya.

Baca juga: Australia Setujui Pemakaian Vaksin Pfizer untuk Anak Usia 5-11 Tahun

Baca juga: Kasus Covid-19 di Australia Kembali Meningkat, Varian Omicron Mulai Menyebar

Namun, Australia menemukan 1.753 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir, atau naik sekitar 3 persen dalam seminggu terakhir dan menjadi total kasus harian tertinggi sejak 29 Oktober 2021.

Frydenberg mengatakan para pemimpin negara bagian dan teritori harus melonggarkan pembatasan yang diterapkan untuk memperlambat penyebaran virus, dan menekankan perlunya mempercepat pertumbuhan ekonomi Australia sementara ia menepis kekhawatiran tentang varian Omicron.

"Pemulihan ekonomi kita bergantung pada pelonggaran aturan. Kita memiliki tingkat vaksinasi pada rekor tertinggi sekarang dan itu telah terbukti menjadi pertahanan vital melawan Covid," ujar dia.

Sementara beberapa tindakan telah dilonggarkan saat vaksin diluncurkan, perjalanan antarnegara bagian masih dilarang antara beberapa negara bagian dan batasan kapasitas di toko-toko dan restoran ditegakkan dengan ketat.

Ekonomi senilai 2 triliun dolar Australia (sekitar Rp20.592 triliun) hancur akibat lockdown di dua negara bagian terbesar di Australia, dan produk domestik bruto turun 1,9 persen pada kuartal ketiga.

Para ekonom dan pembuat kebijakan memperkirakan ekonomi Australia akan pulih dengan tajam pada 2022 ketika negara itu membuka kembali perbatasan internasional mereka, meningkatkan pariwisata, dan sektor pendidikan.

Australia bulan lalu menunda mengizinkan pemegang visa asing masuk hingga setidaknya pertengahan Desember 2021.

Frydenberg mengatakan keputusan tentang apakah akan membuka kembali perbatasan antarnegara akan dibuat dalam beberapa hari ke depan.

Afrika Selatan

Para ilmuwan Afrika Selatan mengatakan belum ada tanda bahwa virus corona varian Omicron menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Meskipun para ilmuwan mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk sampai pada kesimpulan yang pasti, Menteri Kesehatan Afsel Joe Phaahla mengatakan belum ada tanda-tanda keparahan Covid-19 akibat varian Omicron.

"Data awal memang menunjukkan bahwa sementara ada peningkatan tingkat rawat inap ... sepertinya itu murni karena angka kasus daripada sebagai akibat dari keparahan varian Omicron ini," kata dia pada Jumat 10 Desember 2021.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved