Berita Badung
Diguyur Hujan Deras Beberapa Hari, Areal Pura Melanting Desa Kekeran Badung Longsor
Dengan adanya longsor tersebut, membuat beberapa bangunan yang lokasinya di utama mandala terancam ikut tergerus.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Hujan Deras yang terjadi di wilayah Kabupaten Badung beberapa hari terakhir menyebabkan terjadinya longsor di Pura Melanting Desa Kekeran, Mengwi pada Rabu 15 Desember 2021.
Tanah di areal pura pun tergerus yang dalamnya mencapai 15 meter.
Dengan adanya longsor tersebut, membuat beberapa bangunan yang lokasinya di utama mandala terancam ikut tergerus.
Pasalnya lokasi tanah yang tergerus berada di sebelah bangunan.
Baca juga: Gelar Pendidikan Politik, Gerindra Badung Ditarget Rebut 12 Kursi DPRD pada Pemilu 2024
Perbekel Desa Kekeran Nyoman Suarda mengatakan saat dikonfirmasi mengatakan kejadian longsor itu bukan kali pertamanya terjadi.
Bahkan pihaknya mengaku pada tahun 2020 sudah pernah terjadi yang mengakibatkan bangunan rusak.
"Tahun lalu pernah juga longsor, karena lokasinya dibawahnya tebing dan ada sungai penet," kata Nyoman Suarda.
Untuk kejadian longsor saat ini, kata Suarda pertama kali diketahui oleh Jero Mangku Dalem Melanting.
Pada saat itu rencananya Jero Mangku akan melakukan persembahyangan.
Namun tiba-tiba dirinya melihat kondisi tanah sudah longsor dan membahayakan bangunan bale gong yang ada di atasnya.
"Jadi saat ke Pura Jero Mangku melihat sudah longsor. Selanjutnya setelah saya mengetahui langsung saya laporkan ke BPBD (Badan Penanggulanagan Bencana Daerah -red) Badung untuk penanganan selanjutnya," ucapnya.
Pihaknya mengakui kejadian tanah longsor itu, diperkirakan terjadi sekitar pukul 01.00 wita.
Pasalnya dari Selasa 14 Desember 2021 kemarin terjadi hujan deras hingga dini hari.
"Untuk yang terdampak itu bale gong dan sampyagan yang berada di utama mandala. Kejadian ini juga pernah terjadi di tahun 2020, namun sudah dilakukan perbaikan," ungkapnya.
Baca juga: Turut Bersihkan Sampah di Pantai Berawa, Bupati Badung Akan Tambah Armada Loader hingga Eskavator
Saat terjadi longsor tahun 2020, Suarda menyebutkan, tanah yang amblas sepanjang 60 meter sehingga membuat bangunan juga hancur.
Sementara untuk besaran dampak dari longsor saat ini sedang dilakukan keninjauan oleh tim dari BPBD Badung.
"Luas keseluruhan Pura kira-kira mencapai 10 are, yang berlokasi di pinggir Tukad Penet setinggi 15 meter. Ini kejadian yang kedua dan yang terdampak adalah bangunan yang sama. Untuk dampak dari longsor saat ini saya belum bisa pastikan," terangnya.
Lebih lanjut pihaknya pun berharap atas terjadinya bencana ini dapat menerima bantuan dari Pemkab Badung.
Pasalnya ditakutkan kerusakan akibat longsor akan semakin parah yang membuat bangunan kembali tergerus, dan mengakibatkan kerugian yang makin tambah parah.
"Ita sangat berharap segera dapat bantuan dari Bapak Bupati Badung khususnya BPBD Badung.
Seandainya tidak segera ditangani mungkin semua pelinggih ring utama terdampak kena longsor. Jadi sebelum parah, alangkah baiknya bisa diperbaiki" harapnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Badung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-longsor-di-areal-pura-melanting-yang-berlokasi-di-desa-kekeran-mengwi.jpg)