Breaking News:

Berita Buleleng

379 Personel Disiagakan Saat Natal dan Tahun Baru, RTH dan Alun-Alun Ditutup

Sebanyak 379 personel dari jajaran Polres Buleleng akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan saat Natal dan Tahun Baru

Tribun Bali/Andrian Amurwonegoro
Ilustrasi Gereja - 379 Personel Disiagakan Saat Natal dan Tahun Baru, RTH dan Alun-Alun Ditutup 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sebanyak 379 personel dari jajaran Polres Buleleng akan dikerahkan untuk melakukan pengamanan saat Natal dan Tahun Baru.

Pengamanan dilakukan di seluruh gereja dan tempat-tempat hiburan di Buleleng, Bali.

Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol I Gusti Alit Putra dikonfirmasi Rabu 15 Desember 2021 mengatakan, meski PPKM level 3 batal diterapkan, perayaan Tahun Baru seperti pesta kembang api yang biasanya digelar di Lapangan Kota Singaraja dan Eks Pelabuhan Buleleng dipastikan tidak ada.

Untuk mencegah terjadinya pelanggaran oleh masyarakat, pihaknya pun akan membangun dua pos pemantauan, masing-masing di Lapangan Kota Singaraja dan Eks Pelabuhan Buleleng.

Baca juga: Jelang Nataru, Pedagang Art Shop di Pantai Sanur Kini Hanya Bisa Berhadap pada Wisdom

"Pos di Lapangan Kota itu khusus untuk pengamanan gereja-gereja di wilayah kota, dan pemantauan agar tidak terjadi kerumunan saat Tahun Baru. Sementara pos di Eks Pelabuhan Buleleng itu juga untuk mencegah terjadinya kerumunan saat Tahun Baru. Jadi saat Tahun Baru nanti tidak ada perayaan kembang api. Tidak boleh ada kerumunan agar tidak terjadi penularan Covid saat Nataru," tutupnya.

Sementara Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengatakan, Menteri Dalam Negeri telah mengeluarkan instruksi Nomor 66 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Dengan adanya Imendagri tersebut, tempat keramaian seperti RTH dan alun-alun dipastikan seluruhnya akan ditutup.

Ia pun berharap masyarakat dapat mematuhi instruksi tersebut, agar penyebaran Covid-19 di Buleleng terus melandai.

"Jangan dilanggar instruksi ini. Kalau dilanggar tentu ada konsekuensinya. Sosialisasi dari tingkat perbekel dan camat akan terus dilakukan, agar masyarakat paham dengan instruksi ini,"ucapnya.

Selain itu dalam menyambut Natal, Suradnyana juga meminta kepada masing-masing pengurus gereja, agar membatasi jumlah jemaat yang datang maksimal 50 persen dari kapasitas yang dimiliki.

Serta menggunakan aplikasi PeduliLindungi secara optimal. (*).

Baca juga: 20 Ribu Wisdom Datang Libur Nataru, Target PHRI Badung, Hasil Rakor Diusulkan ke Pemerintah

Kumpulan Artikel Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved