Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Nasional

Menkes Sebut Petugas Kebersihan yang Positif Omicron Tak Ada Riwayat Perjalanan Luar Negeri

Menkes menjelaskan N seorang petugas kebersihan yang menjadi pasien pertama kasus Omicron di Indonesia tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri.

Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Wema Satya Dinata
Tribunnews/Jeprima
Petugas merapikan tumpukan kantong sampah plastik kuning yang menumpuk di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 6 Juli 2021. Sejumlah petugas berpakaian alat pelindung diri (APD) lengkap tiap hari mengumpulkan kantong plastik berwarna kuning yang menumpuk berisikan APD bekas pakai, kardus makanan, dan sejumlah barang pasien yang sudah tidak terpakai. Kemudian tumpukan limbah itu disimpan di ruang khusus Tower 7 RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet. Sekali angkut, RSD Wisma Atlet bisa mengangkut 2 ton limbah medis corona. Dalam sehari petugas dapat mengangkut 3 kali yaitu pagi, siang, dan malam hari. Petugas Kebersihan di Wisma Atlet yang Positif Omicron Tak Miliki Riwayat Berpergian ke Luar Negeri 

TRIBUN-BALI.COM – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bila N seorang petugas kebersihan yang menjadi pasien pertama kasus Omicron di Indonesia tidak memiliki riwayat perjalanan luar negeri.

Meskipun begitu, kasus seperti pernah dialami oleh Hong Kong.

Selain itu, ada dugaan bila N terpapar Omicron dari pasien Covid-19 yang tengah dirawat di RS Wisma Atlet.

Hal tersebut disampaikan Menkes Budi lewat konferensi pers secara virtual pada Kamis, 16 Desember 2021 dalam artikel berjudul Menkes Sebut Pasien yang Terpapar Varian Omicron Tak Punya Riwayat Perjalanan Luar Negeri.

"Memang untuk kasus Omicron yang terjadi diidentifikasi di (tempat) karantina ini, petugas pembersih tidak memiliki histori perjalanan luar negeri," ujar Budi.

"Tetapi kita belajar dari Hong Kong memang terjadi juga seperti itu. Jadi karena dia melayani pasien sehingga akibatnya dia tertular (Covid-19," kata Budi.

Transmisi N

Menurut Budi, pasien N tinggal di asrama, Wisma Atlet. Sehingga saat diketahui terpapar virus Corona varian Omicron dapat segera diisolasi.

Budi juga menyebutkan, sampai sekarang pemerintah belum melihat transmisi komunitas atas varian Omicron.

"Kalau sampai sekarang, transmisi komunitas belum kami temui walaupun kita terus melakukan sampling genome sequencing yang lebih ketat," kata Budi.

"Kasus omicron yang sudah kita konfirmasi satu ini dan juga lima kasus probable-nya itu terjadi di (lokasi) karantina," tambahnya.

Baca juga: KRONOLOGI Kasus Omicron di Indonesia, Terdeteksi di Petugas Kebersihan dan Tanpa Gejala

Menurut Budi, kondisi pasien N saat terpapar varian Omicron diketahui tanpa gejala.

 "Ini tanpa gejala, masih sehat, tak ada demam, tak ada batuk-batuk," ujar Budi. Saat ini, pasien sudah dikarantina di RS Wisma Atlet. Kemudian, pasien itu juga sudah diambil kembali sampelnya untuk tes PCR kedua.

Tim Wisma Atlet Pademangan bersama KKP kelas 1 Soetta, Tenaga Ahli Wantimpres dan PT Meccaya menggelar kegiatan vaksinasi untuk para WNI repatriat termasuk WNI ekspatriat, TKI dan WNI yang menjalani studi di luar negeri. Kegiatan ini dimulai 20 September 2021 dan akan berlangsung selama setahun dengan evaluasi setiap bulannya.
Tim Wisma Atlet Pademangan bersama KKP kelas 1 Soetta, Tenaga Ahli Wantimpres dan PT Meccaya menggelar kegiatan vaksinasi untuk para WNI repatriat termasuk WNI ekspatriat, TKI dan WNI yang menjalani studi di luar negeri. Kegiatan ini dimulai 20 September 2021 dan akan berlangsung selama setahun dengan evaluasi setiap bulannya. (Dok. Meccaya)

"Sebab pengambilan sampel pertama pada 8 Desember lalu. Lalu sudah di tes PCR kembali. Exit tes tiga hari berikutnya dan sudah negatif (hasilnya)," tutur Budi.

Kronologi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved