Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Nasional

Jokowi Minta Tetap Waspada, Kasus Pertama Varian Omicron Muncul di Indonesia

Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kasus baru Covid-19 varian Omicron muncul di Indonesia

Tayang:
Tangkapan Layar YouTube Kompas TV
Epidemiolog Griffith University Australia, Dicky Budiman - Jokowi Minta Tetap Waspada, Kasus Pertama Varian Omicron Muncul di Indonesia 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kasus baru Covid-19 varian Omicron muncul di Indonesia setelah seorang pekerja kebersihan di Wisma Atlet terkonfirmasi positif Covid-19 varian Omicron.

Hal itu diperkuat dengan data Whole Genome Sequencing (WGS) bersangkutan yang dikirim ke GISAID.

Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 belum usai.

Masyarakat perlu terus mewaspadai penularan virus jenis Omicron tersebut.

Baca juga: Kasus Pertama Varian Omicron Ditemukan di Indonesia, Kemenhub Perketat Pengawasan Prokes

“Terutama terkait dengan apa yang dialami Eropa, Afrika dan kita baru-baru ini bahkan beberapa negara Asia, krisis belum selesai. Ini yang harus diwaspadai. Pandemi belum usai,” kata Dicky, Kamis 16 Desember 2021.

Dia mengingatkan situasi bisa memburuk jika masyarakat mengabaikan protokol kesehatan.

Belum dalam fase terkendali yang masuk kategori level satu atau dua Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

"Artinya masih rawan,” tutur Dicky.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat mewaspadai penularan virus Covid-19 varian Omicron yang sudah terdeteksi di Indonesia.

“Sekarang yang harus kita lakukan adalah bersama-sama berupaya sekuat tenaga agar varian Omicron tidak meluas di tanah air. Jangan sampai terjadi penularan lokal,” ujar Presiden dalam keterangan pers terkait perkembangan Covid-19 melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Presiden mengimbau masyarakat untuk menjaga situasi di Indonesia dengan mempertahankan jumlah kasus aktif tetap rendah, serta mengawasi tingkat penularan agar tetap di bawah satu digit.

“Waspada penting, tapi jangan perkembangan ini membuat kita panik. Sejauh ini varian Omicron belum menunjukkan karakter yang membahayakan nyawa pasien, terutama pasien-pasien yang sudah mendapatkan vaksin,” jelasnya.

Oleh karena itu, Presiden meminta kepada masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dosis satu maupun dosis dua agar segera mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan untuk mendapatkan vaksin.

Disamping itu, masyarakat juga diminta untuk tetap menerapkan protokol secara ketat.

“Meski situasi di dalam negeri sudah mendekati normal, Saudara-saudara semuanya jangan kendur menerapkan protokol kesehatan, tetap memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan,” tegas Presiden Jokowi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved