Berita Denpasar
Segarnya Segelas Es Raja Cendol Mekar Sari Denpasar, Murah Meriah Hanya Rp 5 Ribu
Kali ini Wartawan Tribun Bali mampir ke street food di pinggir Setra Pemecutan Tegal Kertha Denpasar, dan menikmati segelas es cendol
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kuliner street food makin banyak digemari.
Selain harganya yang murah, kuliner street food juga banyak macamnya.
Di Kota Denpasar, Bali, street food bisa dengan mudah kita jumpai.
Baik di pinggir jalan raya, pinggir pasar, ataupun sejenisnya.
Baca juga: 5 Rekomendasi Warung Makan Nasi Tempong Khas Banyuwangi di Denpasar dan Badung
Namun bagaimana rasanya jika kulineran di pinggir kuburan?
Atau orang Bali menyebutnya setra nih, Tribunners?
Kali ini Wartawan Tribun Bali mampir ke street food di pinggir Setra Pemecutan Tegal Kertha, Kota Denpasar, Bali.
Dan menemukan es cendol yang sudah ada sejak 2013.
Hendrik selaku penjual Es Raja Cendol Mekar Sari menceritakan perjalanannya jualana es cendol.
Mulanya ia berjualan bakso di Setra Pemecutan.
Namun karena banyaknya persaingan di bidang makanan, akhirnya berganti menjual minuman, yakni es cendol.
Mungkin, bagi sebagian orang sudah familiar dengan es cendol.
Minuman kudapan khas Indonesia yang berasal dari Sunda Jawa Barat ini sudah melegenda.
Es cendol menyebar ke seluruh kota di Indonesia, termasuk Bali.
Baca juga: Rekomendasi 6 Warung Ayam Betutu di Denpasar, Harga Murah, Rasa Enak, dan Bersertifikat Halal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hendrik-penjual-es-raja-cendol-mekar-sari-yang-sudah-berjualan-8-tahun-lamanya.jpg)