Breaking News:

Denpasar

Wakil Wali Kota Denpasar Minta Petugas Pengangkut Tak Mencampur Sampah Organik dan Anorganik

Wakil Wali Kota Denpasar Minta Petugas Pengangkut Tak Mencampur Sampah Organik dan Anorganik yang Sudah Dipilah Masyarakat

Penulis: Putu Supartika | Editor: Harun Ar Rasyid
Foto Humas Pemkot Denpasar
Pelatihan manajemen pengelolaan TPS 3R di TPST Desa Kesiman Kertalangu 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebelum pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) rampung, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar menggelar pelatihan manajemen pengelolaan TPS 3R.

Pelatihan ini diikuti oleh tenaga operasional TPS 3R Desa/Kelurahan yang digelar, Senin 20 Desember 2021 di TPST Desa Kesiman Kertalangu.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengatakan saat ini pihaknya serius dalam pengelolaan sampah terpadu berbasis sumber yang fokus pada pengelolaan di TPS 3R dan TPST.

“Ssehingga kami mengajak seluruh masyarakat dapat turut serta mendukung membiasakan diri dengan memilah sampah dari rumah,” katanya.

Ia mengatakan, TPS 3R di 11 lokasi dan TPST di satu lokasi mampu memberikan perubahan pola pikir bersama dalam pengelolaan sampah.

Dengan keberadaan TPS 3R dan TPST ini, lokasi pengelolaan sampah yang terkesan jorok dan menimbulkan bau dapat menjadi tempat yang nyaman.

Seperti keberadaan TPST Kesiman Kertalangu dengan manajemen pengelolaan yang baik dapat mengolah sampah menjadi pelet, hingga kompos.

Baca juga: Menilik Kekuatan Singapura, Lawan Timnas Indonesia di Babak Semi Final Piala AFF 2020

Baca juga: TETAP SEMANGAT! 3 Zodiak Kurang Beruntung di Tahun 2022, Ada Leo Hingga Aquarius

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Telkom Witel Denpasar Dirikan Posko Siaga Nataru

Dalam areal TPST juga dapat dilakukan kegiatan seperti berkebun, hingga pembudidayaan lele, hingga menjadi tempat berdiskusi sembari menikmati kuliner.

“Bagaimana dalam pengolahan sampah kita memiliki pemikiran yang sama, dalam pengolahannya yang ujungnya akan menjadi pelet maupun hasil lainnya sehingga dari sampah mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat,” katanya.

Arya Wibawa juga menyampaikan manajemen pengelolaan sampah juga akan didukung dengan regulasi yang disertai dengan penerapan sanksi bagi masyarakat yang melanggar dalam mengelola sampah.

Langkah ini nantinya dapat bersama-sama pemerintah dan masyarakat merubah pola pikir dalam pengelolaan sampah, yang tentunya telah dipersiapkan dengan pembangunan dan manajemen pengelolaan dan pengolahan sampah yang baik di setiap TPS 3 R maupun TPST yang ada di desa/kelurahan.

Arya Wibawa juga mengingatkan para petugas agar pada saat pengangkutan tidak menggabungkan lagi sampah organik dan anorganik yang telah dipilah oleh masyarakat.

“Apresiasi kami sampaikan kepada masyarakat yang telah mendukung program pemerintah dalam mengelola sampah dari sumbernya, serta para petugas dari pengelola sampah untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu. Kadis DLHK Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa mengatakan pelaksanaan pelatihan ini melibatkan narasumber dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana dan Pengurus Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) Denpasar.

Kegiatan pelatihan melibatkan peserta dari 8 desa/kelurahan yang telah mendapatkan program revitalisasi TPS 3R maupun pembangunan TPST.

Pelaksanaan dibagi menjadi dua sesi dengan materi pembuatan kompos hingga pengelolaan TPST dan TPS 3R. (*)

Berita Denpasar Lainnya

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved