Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

WHO Sebut Omicron Lebih Cepat Menyebar dari Delta, Bisa Menyebar ke Penyintas Covid-19

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Omicron menyebar lebih cepat daripada Delta.

Tayang:
Editor: Noviana Windri
Hector RETAMAL / AFP
Anggota tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul virus corona Covid-19, mengenakan alat pelindung terlihat selama kunjungan mereka ke Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Hewan Hubei di Wuhan, Provinsi Hubei tengah China pada 2 Februari 2021 . Hector RETAMAL / AFP 

TRIBUN-BALI.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut varian Omicron menyebar lebih cepat daripada Delta.

Dikatakan bahwa varian Omicron dapat menginfeksi orang yang sudah divaksinasi.

Varian baru ini juga dapat menyebar ke orang-orang yang pernah terpapar Covid-19 sebelumnya.

“Sekarang ada bukti yang konsisten bahwa Omicron menyebar secara signifikan lebih cepat daripada varian Delta,” kata kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam jumpa pers di Jenewa, Senin (20/12/2021), seperti dikutip dari Al Jazeera.

Sementara itu, Israel telah menambahkan Amerika Serikat ke daftar "larangan terbang", dengan alasan kekhawatiran atas penyebaran varian virus corona Omicron yang baru.

Baca juga: Manfaat dan Bahaya dari Kebiasaan Makan Makanan Pedas

Baca juga: 10 Link Twibbon Selamat Hari Ibu 2021 Beserta Ucapan dan Kutipan

Baca juga: Sejarah Hari Ibu 22 Desember, Lengkap dengan Ucapan dan Kutipan Selamat Hari Ibu

Bertindak atas rekomendasi kementerian kesehatan, menteri kabinet Israel pada hari Senin memilih untuk menempatkan Amerika Serikat, Italia, Belgia, Jerman, Hongaria, Maroko, Portugal, Kanada, Swiss, dan Turki dalam daftar larangan terbang.

Di Eropa, Jerman telah mengesampingkan penguncian Natal tetapi memperingatkan gelombang Covid-19 kelima tidak dapat lagi dihentikan di tengah penyebaran Omicron.

Omicron Mendominasi Kasus Covid-19 AS

Varian Omicron yang menyebar cepat sekarang telah menjadi jenis virus corona yang mendominasi di Amerika Serikat.

Mengutip CNN, terhitung 73,2 persen dari kasus baru selama seminggu terakhir adalah Omicron.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit melaporkan lonjakan untuk pekan yang berakhir pada Sabtu (18/12/2021).

Selama periode waktu yang sama di negara bagian Pacific Northwest Oregon, Washington, dan Idaho, Omicron menyumbang 96,3 persen dari kasus baru.

Varian Covid-19 Omicron telah diidentifikasi di setidaknya 48 negara bagian AS, selain Washington, DC, dan Puerto Rico, menurut pernyataan publik dari sistem rumah sakit dan pejabat negara bagian di negara bagian masing-masing.

Hanya Oklahoma dan South Dakota yang belum melaporkan kasus varian tersebut.

Varian Omicron menyebabkan lebih dari 73 persen kasus virus corona baru di AS, menurut perkiraan yang diposting Senin oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Baca juga: SOSOK Selebgram TE, Tisya Erni Meniti Karir dari Penyanyi Dangdut hingga Sinetron Ikatan Cinta

Baca juga: Pertanda Baik, 9 Shio Beruntung Selasa 21 Desember 2021, Ayam Capai Apapun dengan Mudah 

Baca juga: Peta Seismistas BMKG: 3 Hari Ini 173 Gempa Bumi Terjadi di Bali dan Nusa Tenggara

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved