Breaking News:

Sponsored Content

Jelang KTT G20, Menteri Erick Thohir Minta Proyek Taman di Pelabuhan Benoa Bali Dipercepat

Erick Thohir meminta pengerjaan taman dilakukan lebih awal dan dipercepat sebelum pelaksanaan G20 supaya menjadi daya tarik kepala negara para peserta

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengecek proyek di dumping satu Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Selasa 28 Desember 2021. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meninjau proyek pengembangan pelabuhan Benoa yang juga melakukan pengerjaan area penghijauan yang bakal dibuat taman di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Bali, pada Selasa 28 Desember 2021.

Erick Thohir meminta pengerjaan taman dilakukan lebih awal dan dipercepat sebelum pelaksanaan G20 supaya menjadi daya tarik kepala negara para peserta KTT G20 saat melintasi Tol Bali Mandara.

Proyek ini menjadi salah satu concern Menteri BUMN untuk persiapan G20 tahun 2022 mendatang sebagai bagian dari pembangunan Bali Maritim Tourism Hub yang mengadopsi local content wisdom dengan mengedepankan nilai, budaya dan arsitektur khas Bali.

"Kami fokus untuk tamannya dulu, KTT tahun 2022, sebelumnya tidak pernah ada pemikiran yang rencananya ditargetkan 2023 tapi dimajukan satu tahun,  jadi fokus selesaikan fasilitas hijaunya, pemandangannya langsung dari jalan tol yang terintegrasi nanti banyak kepala negara melewati jalan tol, kita proritaskan di sini percepat untuk tamannya, kedepan juga menjadi dermaga Kapal Pesiar dan lainnya," kata Erick Thohir

Baca juga: Dukung Konversi Kendaraan Bermotor Listrik, DEVA Akan Gelar Event Bali EV Festival

Menteri BUMN juga menyampaikan terkait program energi baru terbarukan yang diterapkan dalam pembangunan kawasan Pelabuhan Benoa ini.

"Kami lakukan listrik hijau, semua progarm listrik nasional energi terbarukan, saya sudah rapat dengan PLN mensinkronisasi tidak hanya RS Internasional, semua bertahap kita coba perbaiki untuk peningkatan kualitas yang ada di Bali," kata dia.

Adapun anggaran yang digunakan untuk pembangunan proyek ini menggunakan dana 1,2 Triliun dari Penyertaan Modal Negara (PNM)

Sementara itu, Direktur investasi Pelindo, Boy Robyanto menuturkan area penghijauan tersebut sedianya targetkan selesai pada tahun 2023 mendatang namun dimajukan pada tahun 2022 berkenaan dengan KTT G20.

"Untuk taman ada 13 hektare, dari 25 hektare di dumping satu ada 50 persen, di sisi yang lain 45 hektare 13 persen taman yang ditargetkan selesai tahun 2022," kata dia.

Dari 16 paket pekerjaan saat ini sudah dilaksanakan 11 paket pekerjaan dan tersisa 5 paket, 3 paket pekerjaan oleh strategic partner dan 2 paket dikerjakan oleh Pelindo.

"1 paket pekerjaan pengerukan sudah jalan, 2 paket pekerjaan, penyambungan Dermaga Timur dan Dermaga Selatan yang ditargetkan pada 2023 mendatang dengan strategic partner yang membunyai expert bisnis kami create di dumping satu Private Yacht Club, Marina Exhibition, Fish Market yang saat ini proses lelang kerja sama," paparnya.

"Fish Market nanti dibangun seperti Tsukiji Market di Jepang, pengunjung bisa memilih ikan, live cooking, tentu melibatkan nelayan lokal, ikannya dari mereka, sebagai bagian memaintenance tempat perikanan, apalagi di sini penghasil Tuna terbesar di Indonesia," jabar dia.

Di samping itu, pembangunan Dermaga tersebut juga sebagai bagian Pelindo menyiapkan kedatangan kapal cruise yang antre masuk Bali pada tahun 2022 mendatang.

"Ada 49 kapal pesiar proses masuk mulai Maret 2022 mendatang, tapi masih kita tunggu COVID-19," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved