Breaking News:

Berita Bali

Berkaca dari Kebakaran Lapas Tangerang, Menkumham Coba Efektifitas Botol Penyelamat Korban Kebakaran

Berkaca dari Kebakaran Lapas Tangerang, Menkumham Coba Efektifitas Botol Penyelamat Korban Kebakaran

ist
Proses simulasi pemadaman api menggunakan botol penyelamatan korban kebakaran EVAC, api dapat padam dengan cepat 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Perusahaan PT Fajar Halim Sejahtera (FHS) mengembangkan alat pemadam api bernama Evacuation Fire Extinguisher (EVAC) yang langsung dijajal oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly.

Menteri Yassona menjajal cairan itu beberapa waktu lalu saat disimulasikan di halaman Lapas Narkotika Kelas II Cipinang. Alatnya pun cukup praktis berbentuk sebuah botol berisi cairan.

Saat simulasi itu, alat tersebut tampak efektif menangani kebakaran di rutan atau di lapas.

Alat baru tersebut merupakan inovasi menyikapi peristiwa kebakaran di Lapas Tangerang yang menelan banyak korban jiwa.

"EVAC merupakan alat pemadam api berupa cairan dalam botol warna merah yang cara penggunanya cukup dilempar ke arah titik api. Alat ini bukan pemadam kebakaran biasa, namun alat ini bisa untuk membuka jalur evakuasi penyelamatan," kata Perwakilan PT Fajar Halim Sejahtera, Andi melalui sebuah keterangan tertulis kepada Tribun Bali, pada Kamis 30 Desember 2021.

Andi mengatakan, alat ini efektif digunakan sebelum mobil pemadam belum datang, cairan ini bisa menjadi solusi dalam menyelamatkan orang yang terjebak api dalam gedung atau bangunan lainnya.

Andi menjelaskan, alat tersebut berbeda dengan powder atau bola lempar yang biasa digunakan di berbagai lokasi seperti kantor.

Namun alat yang diproduksi PT FHS berupa cairan dalam botol ramah lingkungan.

Tak sekadar memadamkan api, namun cairan tersebut bisa menyedot asap dan gas beracun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved