Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Superball

Regulasi Pemain Sepakbola yang Ingin Perkuat Timnas China: Tidak Boleh Bertato

Salah satu bagian dari pengurus olahraga China menerbitkan peraturan terbaru untuk para pemain tim nasional (timnas).

Editor: Harun Ar Rasyid
(AFP/KARIM SAHIB)
Wu Lei dan Zhang Linpeng saat merayakan gol timnas China ke gawang Filipina pada laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Asia, 7 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM  - Salah satu bagian dari pengurus olahraga China menerbitkan peraturan terbaru untuk para pemain tim nasional (timnas).

Pemain yang dipanggil untuk memperkuat Timnas China harus bebas dari tato.

Dilansir dari Kompas.com Badan administrasi olahraga China mengatakan bahwa perekrutan pemain baru yang memiliki tato di level nasional dan tim junior merupakan hal yang "sangat dilarang".

Pemerintah memiliki alasan yang sangat mendasar soal aturan baru tersebut. Mereka menegaskan bahwa langkah ini akan membantu memberikan "contoh yang baik bagi masyarakat".

Beberapa pemain bintang timnas China termasuk Zhang Linpeng, sudah diberitahu soal ini. Mereka diminta untuk menutupi tato di tubuhnya.

Memang, China semakin mengetatkan aturan soal tato sejak 2018. Mereka meminta semua hal mengenai tato dihentikan atau tak ditampilkan di layar.

Alhasil, beberapa pesepak bola profesional sudah menutupi tato di badan dengan kostum berlengan panjang.

Dalam sebuah pernyataan, General Administration of Sport (GAS) atau Administrasi Umum Olahraga negeri tersebut mengatakan bahwa para pemain nasional yang memiliki tato "disarankan untuk menghapus" karya seni mencacah tubuh itu.

"Dalam keadaan khusus, tato harus ditutupi selama latihan dan kompetisi, dengan persetujuan anggota tim lainnya," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Dalam budaya China, stigma sudah sangat melekat dengan tato. Pada masa lalu, tato digunakan untuk menandai penjahat dan sampai sekarang, tato masih memiliki hubungan dengan kelompok kejahatan di Asia Timur.

Sejatinya, tato tidak disetujui Partai Kominis China yang berkuasa di Negeri Tirai Bambu tersebut. Meski demikian, tato semakin populer di kalangan anak muda China.

Awal tahun ini, regulator penyiaran China mengumumkan bahwa aturan tersebut diperketat. Bahkan, mereka menyebut memperlihatkan tato di layar merupakan "konten tidak sehat".

Baca juga: Perumahan di Banjar Anyar Tabanan Kembali Banjir, Warga Harapkan Solusi dari Pemerintah

Baca juga: Kembangkan Program Banjar Creative Space, Erick Thohir Harap Ekonomi Bali Bisa Segera Bangkit

Baca juga: Walikota Denpasar & Menteri Bappenas Tinjau Pembangunan TPS3R, Minta Terus Digenjot Bantu TPA

Televisi dan internet yang menampilkan tokoh olahraga dan selebriti bertato serta pria berkuncir, telah dibatasi. Atau, jika harus ditampilkan, gambar obyek yang dilarang tersebut harus diburamkan.

Pada Desember lalu, pemerintah China melarang pertandingan sepak bola wanita universitas. Ini dilakukan karena para pemain sudah diberitahu untuk tidak mewarnai rambut mereka.

Penyelenggara pertandingan, National Youth Campus Football League, mengatakan bahwa mereka yang tidak memenuhi syarat tidak akan terlibat dalam pertandingan.

"Atlet di semua tahap tidak boleh memiliki tato, mewarnai rambut mereka, memakai gaya rambut aneh, atau memakai aksesori apa pun. Jika tidak, mereka tidak memenuhi syarat untuk kompetisi."

Berita Superball Lainnya

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: China Larang Pemain Timnas Memiliki Tato

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved