Breaking News:

Berita Tabanan

Perumahan di Banjar Anyar Tabanan Kembali Banjir, Warga Harapkan Solusi dari Pemerintah

Kawasan perumahan di Banjar Taman Sekar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, kembali meengalami banjir sejak Kamis 30 Desember 2021 kemarin.

Tribun Bali/Made Prasetya Aryawan
Kondisi banjir yang terjadi di Kawasan perumahan di Banjar Taman Sekar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Jumat 31 Desember 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Kawasan perumahan di Banjar Taman Sekar, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, kembali meengalami banjir sejak Kamis 30 Desember 2021 kemarin.

Hal itu disebabkan oleh hujan deras yang terjadi di Tabanan ditambah aliran air yang terletak tak jauh dari jalan raya tersumbat.

Akibatnya, genangan air masih terjadi dengan ketinggian bawah lutut orang dewasa. Pihak Desa dan Pemerintah masih bingung untuk mengatasi kejadian tersebut. 

Menurut pantauan di lokasi dan informasi warga sekitar, hujan deras yang mengguyur Tabanan Kamis 30 Desember 2021 kemarin mengakibatkan instensitas air di kawasan perumahan Banjar Taman Sekar ini kembali terendam banjir.

Saat itu, tinggi air sudah mencapai pinggang orang dewasa dan mulai perlahan surut Jumat 31 Desember 2021.

Baca juga: Walikota Denpasar & Menteri Bappenas Tinjau Pembangunan TPS3R, Minta Terus Digenjot Bantu TPA

Baca juga: SNMPTN 2022: Berikut Informasi Lengkap Jadwal, Tahapan dan Alur Pendaftaran

Baca juga: Promo JSM Indomaret dan Alfamart 31 Desember 2021-2 Januari 2022, Mamy Poko Rp 54.900

"Kemarin saat hujan deras itu air mulai naik. Memang selalu begini keadaannya. Tapi jika sebelumnya air cepat surut tapi sekarang tidak," ungkap seorang warga setempat Wahyu Mertayani, Jumat 31 Desember 2021. 

Dia melanjutkan, informasi yang dia peroleh adalah adanya saluran air yang tersumbat hingga saat ini masih belum bisa tertangani.

Akibatnya, warga yang terdampak di perumahan tersebut terpaksa untuk meninggalkan tempat ketika hujan deras datang.

Artinya warga lebih memilih tinggal di rumah asalnya dan ada yang tinggal sementara di rumah saudarannya. 

"Ini tetangga saya mungkin pulang kampung. Karena jika tinggal disini kena banjir lagi. Jika hujan deras airnya sangat tinggi di sini sehingga mereka takut tinggal di sini jika musim hujan," tuturnya. 

Mertayani pun berharap agar pihaak aparat desa pemerintah serta pengembang perumahan bisa mencarikan solusi terkait kejadian ini.

Mengingat warga yang tinggal di perumahan ini sudah sangat kesulitan dengan rumah yang dibeli secara KPR ditambah lagi dikenakan musibah banjir

"Kami berharap yang terbaik lah semoga ada solusi agar tidak dibiarkan seperti ini. Karena ini kejadiannya sudah lama dan sampai sekarang belum ada solusi," harapnya. 

Sementara itu, Perbekel Desa Banjar Anyar, I Made Budiana menuturkan, peristiwa air tergenang di perumahan tersebut memang kerap terjadi saat musim hujan.

Namun, jika dulunya air lebih cepat surut, sedangkan saat ini cenderung lama karena ada aliran air yang tersumbat.

Atas kejadian tersebut pihaknya mengakui bahwa sudah bekerjasama dengan BPBD Tabanan serta Dinas PUPRPKP Tabanan untuk melakukan penanganan. 

"Kejadian banjir itu sebenarnya sudah sekitar dua minggu lalulah. Artinya setiap musim hujan selalu begitu. Tapi kemarin kami juga sudah bekerja sama denga pemerintah untuk penanganannya," ungkap Made Budiana saat dikonfirmasi Jumat 31 Desember 2021 sembari menyebutkan kesulitan membersihkan di trowongan aliran air karena kedalamam mencapai 5 meter daan banyak sampah.

Baca juga: 7 Arti Mimpi Tentang Ayah, Pertanda Harapan Tidak Terpenuhi

Baca juga: KTT G20 di Bali, Wakapolda Bali: Kita Harus All Out

Baca juga: MENGEJUTKAN, Ramalan Zodiak Tahun Baru 1 Januari 2022, Libra Nikmati Hidup, Scorpio Berpura-pura

Disinggung mengenai kondisi ini terjadi sejak kapan, Budiana mengungkapkan bahwa jika peristiwa genangan air ini terjadi sejak tahun 2013 lalu.

Pihaknya juga sudah sangat kewalahan dan tak menemukan solusi untuk menangani permasalahan tersebut.

Sebab, satu satunya jalaan yang bisa dilakukan adalah hanya debgan pembersihan saluran air di hilir atau dengan pelebaran. 

"Sampai saat ini kita tidak bisa berpikir apa-apa. Apalagi kita sudah tiga kali menangani itu dengan membersihkan saluran air, menyedot airnya. Tapi kami kesulitan untuk membersihkan yang di pangkalnya karena kedalamannya sekitar 5 meter," ungkapnya. 

Budiana menyebutkan, pihaknya sudah bersurat ke Dinas PUPRPKP Tabanan untuk penanganan saluran air tersebut.

Kemungkinan nantinya akaan dilakukan penanganan dengan alat berat. Selain itu, sejak bulan Nopember 2021 lalu, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan ke Dinas PUPR Provinsi Bali untuk pelebaran saluran air di sekitar kawasan tersebut. 

"Semoga saja nanti bisa ditindaklanjuti karena ini masalah sudah lama. Selain itu kami juga menunggu penanganan dari pemerintah taitu dinas PUPRPKP Tabanan untuk penggunaan alat beratnya itu," harapnya. 

Sebelumnya, kawasan perumahan tersebut juga sempat tergenang air usai hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan, Senin 20 Desember 2021.

Genangan air tersebut terjadi karena saluran air satu satunya tersumbat sehingga menghambat aliran air. P

ihak BPBD Tabanan pun menyebut telah melakukan penyedotan air sebanyak dua kali di lokasi tersebut namun belum berhasil. Solusi satu satunya adalah dengan melakukan perbaikan pada saluran air tersebut.

Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri menjelaskan, penyebab tergenangnya air di kawasan perumahan di Banjar Taman Sekat tersebut adalah karena saluran air satu-satunya tersumbat. Saluran air tersebut tersumbat oleh sampah seperti pembalut, plastik hingga kasur. 

"Itu karena saluran airnya mampet. Di sana air datang dari hulu sehingga menyebabkan genangan air yang cukup tinggi. Kami sudah berusaha untuk menyedot air dan membuangnya ke tempat lain. Tapi, air masih banyak juga sehingga kami terpaksa meenyetop penyedotan air karena percuma juga," ungkap Nyoman Giri saat dikonfirmaai, Selasa 21 Desember 2021.

Baca juga: Liga Inggris: Menang 3 - 1 Pelatih Manchester United Puji Skuadnya Setinggi Langit

Baca juga: Pernikahan Jerinx SID dan Nora Alexandra Dikabarkan Retak, Jaksa Tolak Nota Keberatan Jerinx

Dia menyebutkan, peristiwa genangan air ini tak hanya terjadi dalam sehari, melainkan sudah berhari-hari. Sedikitnya ada luasan sekitar 20 are yang tergenang karena mampetnya saluran air tersebut. 

"Hanya satu titik saja yang mampet karena satu saja saluran airnya. Dan ketinggian saluran itu 4 meter dan tersunbat karena banyak sampah seperti kasur termasuk juga pembalut," ungkapnya.

Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Perbekel setempat, dan sudah melakukan pengusulan ke Dinas PUPRPKP Tabanan.

Namun pihak Dinas PUPR menyarankan untuk melakukan penyedotan air terlebih dahulu.

Penyedotan air pun sudah menggunakan alat yang lebih besar dan bisa menyedot atau memindahkan air lebih cepat.

Namun, cara tersebut tidak mempan atau tidak berhasil, akhirnya saat ini menunggu alat berat untuk melakukan penanganan di lokasi tersebut.

"Kita sudah cek di hulu juga airnya mengalir cukup besar. Ini sebenarnya kejadiannya sudah sejak dua mingguan lalu. Kita sudah dua kali nyedot airnya itu," jelasnya.

Dia mengungkapkan, solusi satu-satunya adalah dengan memperbaiki saluran air tersebut.

Selain itu, perilaku masyarakat yang kerap membuang sampah di saluran air tersebut juga harus diperbaiki atau diubah.

Artinya masyarakat juga diharapkan untuk sadar dan peduli dengan lingkungan sekitar dengan cara tidak membuang sampah di saluran air

"Ada pengakuan dari warga setempat juga jika sebelumnya air memang biasa naik tapi segera surut. Tapi genangan air kali ini, justru tak surut karena saluran airnya tersumbat itu," ungkapnya. 

Saat ini, kata dia, pihaknya masih menunggu alat berat untuk melakukan penanganan. Sebab, jika cara menyedot air tak berhasil, terpaksa akan melakukan penanganan dengan alat berat.

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved