Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Mengais Rezeki Jelang Malam Tahun Baru di Kuta, Hipmi Berjualan Bando Menyala

"Insyaallah setiap tahun rutin jualan disini. Yang penting sehat dan bisa cari uang untuk makan anak," ujarnya, Jumat (31/12/2021) malam.

Tayang:
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
(Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin)
Sejumlah warga tengah memilah bando menyala yang dijajakan disekitar depan Beachwalk Shopping Center, Jumat (31/12/2021) malam. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Ditengah keramaian menjelang malam pergantian tahun dari 2021 ke 2022 tepatnya di area depan Beachwalk Shopping Center, terlihat sejumlah pedagang menjajakan barang dagangannya.

Barang dagangan mereka sangat mencolok dimata karena memancarkan cahaya warna warni yang berkelap-kelip.

Dagangan itu adalah sejenis bando yang dapat menyala secara kelap kelip, hal tersebut menarik minat sejumlah pengunjung Beachwalk Shopping Center maupun pengunjung pantai Kuta.

Terlebih mereka yang membawa anak-anak saat berjalan-jalan menghabiskan akhir tahun diseputaran pantai Kuta.

Salah satu penjual, Hipmi asal Lombok mengaku rutin berjualan ini setiap tahun disekitar pantai Kuta.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta Malam Ini Sabtu 1 Januari 2022, Pak Surya dan Bu Sarah Bertemu dengan Elsa

Baca juga: MENGAGUMKAN, 7 Zodiak Dilimpahi Keberuntungan Minggu 2 Januari 2022, Sagitarius Naik Sangat Tinggi

Baca juga: 6 Arti Mimpi tentang Penyihir, Tak Selalu Pertanda Buruk

"Insyaallah setiap tahun rutin jualan disini. Yang penting sehat dan bisa cari uang untuk makan anak," ujarnya, Jumat (31/12/2021) malam.

Bando menyala itu biasanya digunakan untuk memeriahkan pergantian malam tahun baru oleh para wisatawan yang merayakan tahun baru diseputaran pantai Kuta.

Hipmi mengaku berjualan disini dari habis Magrib atau sekira setelah pukul 18.30 WITA dan akan jualan hingga dinihari.

Dan bando yang dijualnya pun lumayan banyak yang terjual sejak tadi.

Bando tersebut ternyata adalah handmade yang dibuat oleh orang lain dan Hipmi hanya membantu menjualnya serta mengambil untung sedikit per bando yang terjual.

"Ada bosnya. Ambil untung kadang Rp 5 ribu, kadang Rp 8 ribu dapatnya. Dijual satunya Rp 25 ribu, alhamdulilah sementara dapat Rp 380 ribu," ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pembeli Kadek Surya mengaku membeli satu bando itu untuk anaknya.

"Iya beli satu buat anak di rumah biar dia senang karena saya tinggal kerja tadi," kata Kadek Surya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved