Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Liga 1 Indonesia

Banyak Kritik, Akankah Seri 4 Liga 1 Indonesia Dipindah dari Bali?

Banyak Kritik, Akankah Seri 4 Liga 1 Indonesia Dipindah dari Bali? Begini Penjelasan PT LIB

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYANUGRAHA
Direktur Pelaksana PT LIB Sudjarno. Banyak Kritik, Akankah Seri 4 Liga 1 Indonesia Dipindah dari Bali? Begini Penjelasan PT LIB. 

TRIBUN-BALI.COM - Banyak Kritik, Akankah Seri 4 Liga 1 Indonesia Dipindah dari Bali?

Pelaksanaan seri 4 Liga 1 2021-2022 di Pulau Bali mendulang banyak catatan.

Kritik bermunculan mengenai ketidaksiapan sarana prasarana dan kendala infrastruktur yang terjadi.

Tak hanya itu, mulai muncul pula keluhan mengenai masalah akomodasi dan kepuasan klub.

Gelombang rasa tidak puas ini berujung pada rumor pemindahan Seri 4 Liga 1 ke daerah lain.

Baca juga: Baru Empat Hari Liga 1 Digelar di Bali, Penyelenggara Sudah Banjir Kritik, Ini Tanggapan PT LIB

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pelaksana PT LIB Sudjarno mengajak semua pihak melihat dari sudut pandang berbeda.

Pertama, dia memberikan edukasi bahwa untuk menyelenggarakan kompetisi di suatu daerah tidak mudah dan membutuhkan proses panjang.

Banyak pertimbangan yang melibatkan pemangku kebijakan.

Sehingga, opsi untuk memindahkan pelaksanaan kompetisi ke daerah lain memang sangat rumit.

Untuk memindahkannya tidak semudah yang dibayangkan.

“Begini, kami harus konsultasi dengan federasi, tidak bisa menentukan sendiri.

Ada landasan-landasan yang harus dilalui.

Kami harus minta izin Mabes Polri terkait masalah kondisi PPKM dan keamanan.

Itu juga menjadi pertimbangan.

Rekomendasi dari Gubernur Bali yang menyurat kepada PSSI untuk bisa digelar di Bali juga menjadi pertimbangan.

Baca juga: Hadapi Barito Putera, Haram Kalah di Kandang, Coach Teco Evaluasi Bali United dari Brasil

Jadi banyak hal pertimbangannya,” kata Sudjarno.

Karena itu, Sudjarno merasa opsi untuk melanjutkan seri 4 di daerah lain bukanlah sebuah keputusan bijak.

Sudah banyak tenaga dan pikiran yang tercurah untuk menyelenggarakannya.

Di sisi lain, dia tidak menutup mata mengenai kekurangan dan kendala di lapangan.

Dia memastikan PT LIB akan terus melakukan evaluasi dan langkah nyata guna membuat sukses pagelaran Seri 4 di Pulau Bali.

“Insya Allah tetap di sini, sambil nanti masalah tempat latihan dan masalah infrastruktur lain kita benahi sambil jalan,” pungkasnya.

Sementara itu, Persib Bandung rampung menjalani pertandingan pekan ke-18 Liga 1 2021-2022.

Dalam pertandingan ini melawan Persita Tangerang di Stadion Ngurah Rai Kota Denpasar, Bali, Jumat 7 Januari 2022.

Pada laga yang mereka menangi dengan skor 1-0 tersebut.

Persib Bandung mendapatkan kesempatan mencoba ruang ganti Stadion Ngurah Rai.

Baca juga: Update Klasemen Liga 1 2021/2022: PSM Merangkak Naik, Persib Bandung Posisi 1 & Ditempel Bhayangkara

Kondisi ruang ganti Stadion Ngurah Rai ini yang sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Sebelumnya, Persebaya Surabaya menyebut ruang ganti Stadion Ngurah Rai terlalu sempit dan panas.

Sehingga kurang ideal digunakan untuk kompetisi kasta tertinggi.

Namun, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar memiliki pendapat yang berbeda.

Dia mengatakan keterbatasan infrastruktur di ruang ganti Stadion Ngurah Rai bukan masalah yang disengaja.

Namun karena kendala situasi dan kondisi.

“Apa pun juga kan karena semua ini (terkendala situasi).

Bagaimanapun juga kita harus memaklumi, menerima apa adanya,” ujar pria yang biasa disapa Wa Haji Umuh tersebut.

Selama menggunakan ruang ganti pemain, Persib Bandung disebut tidak memiliki kendala yang berarti.

Memang keterbatasan mobilitas dan udara yang panas masih dikeluhkan, namun tidak sampai jadi hambatan.

Baca juga: Satdion Ngurah Rai Dikritik Tak Layak jadi Venue Liga 1, Pemprov Bali Janjikan Akan Renovasi

Menurut Umuh Muchtar selama ruang ganti punya sirkulasi udara yang baik, pemain tidak akan merasa keberatan.

Sebab kekhawatiran utama saat ini masih kepada ancaman Covid-19.

Sehingga, ada rasa waspada untuk berkegiatan di dalam ruangan tertutup dengan jumlah orang yang banyak.

“Nomor satu jangan sampai di dalam pengap terus sakit, itu saja.

Selama masih bisa berjalan dan bisa dimaksimalkan untuk bertanding,” kata Umuch Muchtar.

(kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved