Liga Italia
Puji Cassano Soal Inzaghi From Zero To Hero di Inter Milan, Sebut Pantas Mereka di Puncak Serie A
Eks pemain Rossoneri dan Los Blancos, Antonio Cassano menyebutkan bahwa capaian Inter Milan memuncaki klasemen Serie A 2021/2022 adalah usaha pantas
TRIBUN-BALI.COM – Eks pemain Rossoneri dan Los Blancos, Antonio Cassano menyebutkan bahwa capaian Inter Milan memuncaki klasemen Serie A 2021/2022 adalah usaha pantas skuat I Nerazzurri.
Menurut Antonio Cassano, apa yang diraih Inter Milan bukanlah sesuatu hal yang mengejutkan kendati baru saja dilatih oleh pelatih anyar dan langsung tampil ciamik dalam persaingan merebut Scudetto Liga Italia musim ini.
Pascakeluarnya Antonio Conte dari Giuseppe Meazza, manajemen Inter Milan kemudian mempercayakan kursi alenatorre I Nerazzuri ke tangan Simone Inzaghi.
Duduk di kursi panas jabatan pelatih Inter Milan bukanlah perkara mudah, apalagi Simone Inzaghi mewarisi kiprah Antonio Conte yang sukses menjuarai Serie A Liga Italia musim lalu.
Baca juga: Kontrak Segera Tamat Per Juni 2022, Dybala Beri Kritik Menohok Soal Juventus & Persaingan Sama Inter
Baca juga: Update Liga Italia dan Hasil Juventus vs Udinese 2-0, Dybala dan McKennie Kompak Cetak Gol
Terlebih lagi, rekam jejak Inzaghi jelas jauh kalah mentereng jika dibandingkan dengan Antonio Conte.
Namun faktanya, hingga pekan ke-22 Liga Italia, Lautaro Martinez berhasil memuncaki klasemen dengan koleksi 49 poin.
I Nerazzurri unggul satu angka dari pesaing terdekatnya, AC Milan. Namun sebagai catatan, Edin Dzeko dan kawan-kawan masih menyimpan dua laga yang belum dilakoni.
Antonio Cassano kemudian membongkar apa kiat sukses seorang Inzaghi yang dipandang "from zero", kini menjadi "to hero" di kalangan Interisti.
Permainan Inter Milan diklaim lebih stabil dan solid di bawah asuhan bekas pelatih Lazio itu.
Cassano yang juga pernah membela Inter Milan menyebut bahwa Inzaghi adalah sosok yang tak pernah berhenti belajar.
Bahkan demi memperbaiki kualitas permainan timnya, saudara Pippo Inzaghi ini menghabiskan 14 jam untuk belajar mengenai taktikal formasi.
Baik itu di dalam maupun luar lapangan.
"Yang saya tahu, Inzaghi menghabiskan waktu untuk belajar selama 14 jam per hari. Mayoritas di lakukan di tempat latihan< terang Antonio Conte, dikutip dari laman Sempre Inter.
"Dia (Inzaghi) adalah pelatih yang bertipikal tak pernah bosan untuk belajar," tambah pria yang terkenal sebagai pemain bengal ini.
Inter Milan tampil lebih solid bukan karena faktor hoki ataupun hasil instan.
Melainkan kecerdasan seorang Inzaghi yang tak pernah berhenti untuk membenahi kekurangan dalam permainan timnya.
Baca juga: Rivalitas Sengit AC Milan vs Inter di Bursa Transfer Liga Italia Teranyar, Berebut Bek Tengah Torino
Baca juga: Ini Sesal Allegri Juventus Kalah Dramatis oleh Gol 5 Detik Akhir Inter Milan di Supercoppa Italia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemain-inter-milan-asal-argentina-joaquin-correa-depan-l-bek-inter-milan-italia-federico-dimarco.jpg)