Berita Nasional

DPR Prediksi Stok Minyak Goreng Rp 14.000 Hanya Cukup Untuk 2 Bulan, Adi Wisoko: Tak Sampai Ramadan

Dalam hal ini pihaknya beserta jajaran Komisi VI DPR meminta untuk mengawasi kebutuhan akan minyak goreng di tengah masyarakat, terutama pada saat men

Editor: Noviana Windri
Tribun Bali/Arini Valentya Chusni
Stok minyak goreng di Minimarket Yani masih aman, namun belum mengalami penurunan harga 

TRIBUN-BALI.COM - Belakangan ini harga Minyak Goreng melejit tajam namun sejak 19 Januari 2022 lalu minyak goreng dengan harga Rp 14.000,- per Liter sudah mudah untuk ditemukan.

Menurut Ketua Asosiasi Industri Minyak Makan Indonesia (AIMMI) Adi Wisoko Kasman mengatakan setidaknya pasokan minyak goreng saat ini ada sebanyak 47 juta liter.

Yang mana dengan angka tersebut setidaknya seluruh kebutuhan masyarakat Indonesia akan terpenuhi hingga 2 bulan mendatang.

"Kalau tradisi Indonesia kita ini, Lebaran itu pesta makan. Sehingga keperluan minyak goreng itu luar biasa. Ini perlu dari sekarang kita pikirkan, bila tidak kita terlambat. Bila kita terlambat, saya tidak tahu bakal terjadi kenaikan harga berapa," ucapnya dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Adi mengkhawatirkan stok minyak goreng terlebih pada saat hari raya idul fitri mendatang.

Baca juga: PROMO JSM Superindo TERBARU 21-23 Januari 2022: Bimoli Minyak Goreng 2L Rp25.000, Diapers Diskon 40%

Baca juga: Dampak Minyak Goreng Bersubsidi Rp 14 Ribu di Bali, Suci: Satu pun Tak Ada yang Beli

Baca juga: Minyak Goreng Kemasan Masih Dijual Rp 22.000 di Minimarket Denpasar, Konsumen Harap Bisa Lebih Murah

Dirinya bahkan meragukan apakah kebijakan harga mintak goreng Rp 14 ribu per liter ini mampu bertahan hingga hari raya Idul Fitri tiba.

"Sekarang minyak goreng kita 46 juta sampai 47 juta liter, itu cukup untuk dua bulan saja. Selanjutnya, ya silakanlah, Apa bisa tercover dengan konsumsi yang sangat tinggi untuk bulan-bulan (jelang Lebaran). Ditambah lagi, ada ekstra pembelian dari internasional. Artinya, muslim country pasti beli minyak lebih banyak, mereka juga butuh," katanya.

Dalam hal ini pihaknya beserta jajaran Komisi VI DPR meminta untuk mengawasi kebutuhan akan minyak goreng di tengah masyarakat, terutama pada saat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

"Ini saya mohon bapak pimpinan dan para kawan-kawan Dewan ikut memonitor. Ini fakta, pengalaman yang selama ini kita cemplung di dalam (dunia) minyak goreng," ujar Adi.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved