Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tips Kesehatan

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner Pada Usia Muda Oleh dr. Made Saskaprabawanta Sukmana Putra

Jumlah tersebut hampir separuh dari jumlah kematian akibat penyakit tidak menular dan diprediksi jumlahnya akan terus meningkat hingga tahun 2030.

Tayang:
Editor: Noviana Windri
dr. Made Saskaprabawanta Sukmana Putra
dr. Made Saskaprabawanta Sukmana Putra 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penyakit jantung koroner (PJK) adalah pembunuh no. 1 di dunia.

Data dari WHO tahun 2012 menyebutkan bahwa penyakit jantung koroner masih menjadi penyebab utama kematian   (17, 5 Juta kematian di seluruh dunia).

Jumlah tersebut hampir separuh dari jumlah kematian akibat penyakit tidak menular dan diprediksi jumlahnya akan terus meningkat hingga tahun 2030.

Dewasa ini penyakit jantung koroner tidak hanya mengenai seseorang yang sudah lanjut usia, tidak jarang penyakit jantung koroner juga terjadi pada usia muda.

Hal ini dibuktikan dengan terjadinya peningkatan insidensi penyakit jantung pada peneitian yang dilakukan oleh American Heart Association (AHA) pada tahun 2016, dimana ditemukan sekitar 15,5 juta populasi di Amerika Serikat pada usia ≥ 20 tahun diprediksi memilik penyakit jantung koroner.

Walaupun penyebab PJK belum diketahui secara pasti, namun demikian secara garis besar dapat dibagi menjadi dua faktor resiko yang berperan penting terhadap timbulnya PJK.

Baca juga: Penyebab Penyakit Jantung di Usia Muda, Jangan Disepelekan karena Berbahaya

Baca juga: 11 Manfaat Seks Bagi Kesehatan Tubuh, Tingkatkan Kekebalan hingga Jantung

Baca juga: MANFAAT Santan Bagi Kesehatan, Salah Satunya Memelihara Kesehatan Jantung

Faktor resiko tersebut adalah faktor resiko yang dapat dimodifikasi (modifiable risk factors) dan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi (nonmodifiable risk factors ).

Faktor resiko yang dapat dimodifikasi antara lain :

1) Tekanan darah tinggi (hipertensi),

2) dislipidemia (penyakit kolesterol),

3) merokok,

4) diabetes mellitus (kencing manis),

5) kelebihan berat badan dan obesitas,

6) stres.

Sedangkan faktor resiko yang tidak dapat dimodifikasi atau tidak dapat dikendalikan antara lain :

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved