Berita Badung
5.000 Bibit Mangrove Ditanam di Wana Segara Kertih Kedonganan Badung
Sebanyak 5.000 bibit pohon bakau ditanam di Wana Segara Kertih Kedonganan, Kuta Selatan, Badung
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sebanyak 5.000 bibit pohon bakau ditanam di Wana Segara Kertih Kedonganan, Kuta Selatan, Badung, Bali, pada Selasa 8 Februari 2022, dalam acara bertajuk Digitalisasi Kawasan Mangrove.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Korem 163/Wira Satya dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 yang jatuh pada 24 Februari melalui aksi penghijauan bekerja sama dengan Bank Indonesia dan dihadiri unsur Forkopimda.
Komandan Korem 163/Wsa, Brigjen TNI Husein Sagaf mengatakan, penghijauan dengan penanaman 5.000 pohon mangrove dipilih sebagai kontribusi dan upaya TNI dan unsur lainnya turut melindungi pesisir pantai dari abrasi, terutama saat musim Muson Barat.
"Hutan mangrove selain mampu melindungi kawasan pantai juga mampu menghidupi ekosistem di sekitarnya," kata Danrem.
Baca juga: Serah Terima Jabatan di Lingkungan Korem 163/Wira Satya, Dua Dandim di Bali Pindah Tugas
Selain itu, kata dia, penanaman bibit mangrove merupakan ekosistem esensial di dunia dalam mendukung sektor perikanan, mengurangi erosi pantai, banjir, konservasi keanekaragaman hayati serta menyediakan sumber mata pencaharian bagi banyak orang.
Dalam acara yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat ini, Brigjen TNI Husein Sagaf Danrem berpesan untuk selalu mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, terlebih Bali didaulat menjadi tuan rumah pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G20 Tahun 2022.
"Hal ini merupakan langkah baik untuk memulihkan kembali pariwisata yang ada di Provinsi Bali. Pariwisata di Bali menjadi aset nasional yang harus tetap terjaga, salah satunya dengan merawat lingkungan ini, sebagai daerah wisata dan stabilitas keamanan," ucap dia.
Khusus di Bali, kata Danrem, sektor pariwisata menjadi aset nasional salah satu yang mampu bersaing dengan dunia atau negara lain.
"Selain stabilitas keamanan, juga terjaganya lingkungan karena ancaman terhadap lingkungan pasti mempengaruhi pariwisata di Bali," katanya.
Oleh sebab itu, penanaman pohon mangrove menjadi implementasi dari pembinaan teritorial dan pembinaan potensi maritim yang sudah menjadi bagian dari tugas pokok TNI.
"Khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat dan pemerintah daerah sekaligus sebagai upaya kita menjaga dan melestarikan lingkungan hidup serta mengurangi dampak pemanasan global dan abrasi pantai,” tutur dia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Bapak Trisno Nugroho, berharap penanaman mangrove di Wana Segara Kertih memberikan dampak secara ekonomi dan ekologi, sehingga dapat meningkatkan perekonomian para nelayan di Wana Segara Kertih.
“Harapan kami bersama Korem 163/Wira Satya selalu berkontribusi bagi Bali," pungkasnya. (*).
Kumpulan Artikel Badung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penanaman-mangrove-di-wana-segara-kertih-kedonganan.jpg)