Alutsista TNI
TNI AL Incar Pengadaan Rudal Peluru Kendali Berdaya Tembak 250 Km, Akan Diuji di Laut China Selatan
Kekuatan TNI Angkatan Laut bakal semakin bertambah kuat seiring rencana dari matra laut yang akan memperkuat armada kapal perangnya dengan rudal
Penulis: Ady Sucipto | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Kekuatan TNI Angkatan Laut bakal semakin bertambah kuat seiring rencana dari matra laut yang akan memperkuat armada kapal perangnya dengan rudal peluru kendali atau Naval Strike Missile.
Dikutip Tribun Bali via laman resmi Dinas Penerangan TNI AL, rudal peluru kendali berdaya tembak 250 km akan melengkapi ke sejumlah kapal-kapal perang TNI AL.
Kabar rencana akuisisi rudal peluru kendali ini terungkap ketika Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono menggelar pertemuan dengan PT Lundin Industries Invest, Kongsberg Defence & Aerospace dan PT Datareka Integrasia di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, spesifikasi rudal peluru kendali yang diinginkan TNI AL untuk memperkuat armada kapal perangnya harus berdaya tembak 250 km.
Selain itu Naval Strike Missile pun punya kemudahan untuk digerakan ke tempat terkecil yang tidak terlihat dan misilnya dikendalikan via kapal utama.

Masih mengutip sumber yang sama, misil-misil tersebut diproyeksikan akan dibawa oleh Fast Missile Boat (FMB) yang berukuran kecil dengan spesifikasi panjang 19 meter, lebar 4 meter, dengan kecepatan 55 knot.
Hal ini dimaksudkan FMB yang berukuran kecil dinilai lebih efektif , karena kecil, taktis, dan sulit dideteksi oleh musuh, sekaligus bakal sulit untuk mendapat serangan balik dari rudal Exocet.
Fast Missile Boat yang diincar TNI AL punya bobot 33 ton, berkemampuan layar 500 miles dengan 6 awak kapal dan bekal selama 2 minggu.
Khususnya lagi, Fast Missile Boat tidak bersuara, berkemampuan stealth alias tidak terdeteksi radar dan mampu bergerak cepat, namun mematikan.
Sementara cara pengoperasionalan Naval Strike Missile tersebut lebih dahulu mengambil foto target dan lokasinya menggunakan infra merah, kemudian data tersebut dimasukkan ke dalam sistem persenjataan, kemudian eksekusi penembakannya dilaksanakan dari komando kapal utama TNI AL.
Fast Missile Boat tersebut bisa dimuatkan ke dalam kapal utama sejumlah 6 boat atau dapat berlayar secara mandiri.
Naval Strike Missile ini sudah digunakan oleh Amerika Serikat di Laut Cina Selatan dan selalu efektif mengenai sasaran tanpa bisa dicounter.
Sementara itu Kementerian Pertahanan Republik Indonesia di bawah Menhan Prabowo Subianto berencana untuk mewujudkan program pengadaan 120 Fast Missile Boat untuk TNI AL.
Oleh sebab itu, Kasal bakal mengikuti arahan dari Kemenhan soal pengadaan FMB tersebut.
Untuk menguji kemampuannya, Kasal berkeinginan agar Naval Strike Missile bisa diujicobakan ke KRI Golok di Laut China Selatan dengan jarak sasaran 250 km sesuai spesifikasi misil tersebut.