Kasus Covid-19 pada Anak Naik 1.000 Persen, Ini Ciri Khas Gejala yang Perlu Diwaspadai
Dilaporkan, dari bulan Januari ke Februari 2022 terjadi peningkatan kasus infensi Covid-19 pada anak hingga 1.000 persen.
Dengan adanya dominasi infeksi varian Omicron saat ini, maka perlu waspadai kasus Covid-19 bergejala pada anak, bahkan dari gejala Covid-19 yang dianggap ringan sekalipun.
"Jadi, sebagian besar ya mereka (anak terinfeksi Covid) gejalanya dari saluran pernapasan, batuk, pilek, nyeri tenggorokan. Ya hampir sama kayak flu biasa," kata Piprim.
"Kalau ketemu anak batuk, pilek, anget (panas badan), waspada tertular varian (Omicron) ini," tambahnya.
Tidak hanya bergejala ringan, ada pula sebagian anak-anak yang terinfeksi Covid-19 tanpa gejala.
Sedangkan, ada anak-anak terinfeksi Covid-19 lainnya yang memiliki komorbid dan belum pernah divaksin akan memiliki gejala yang sedang-berat.
Meskipun, ada beberapa gejala khas seperti yang disampaikan Piprim ada juga gejala lain yang perlu diwaspadai sebagai tanda infeksi Covid-19.
1. Gejala sedang
Gejala sedang pada anak-anak yakni pasien dengan tanda klinis pneumonia tidak berat, seperti batuk atau sulit bernapas ditambah napas cepat dan/atau tarikan dinding dada, serta tidak ada tanda pneumonia berat.
Kriteria napas cepat :
* Usia di bawah 2 bulan, lebih dari 60 kali per menit
* Usia 2-11 bulan, lebih dari 50 kali per menit
* Usia 1-5 tahun, lebih dari 40 kali per menit
* Usia di atas 5 tahun, lebih dari 30 kali per menit
2. Gejala berat
Gejala berat pada pasien anak, ditandai dengan klinis pneumonia batuk atau kesulitan bernapas, ditambah setidaknya satu dari berikut ini.
* Sianosis sentral atau SpO2 < 93 persen
* Distres pernapasan berat, seperti napas cepat, grunting, tarikan dinding dada yang sangat berat.
* Tanda bahaya umum : ketidakmampuan menyusu atau minum, letargi atau penurunan kesadaran, atau kerjang.
* Napas cepat atau tarikan dinding dada (takipnea) seperti kriteria napas cepat di atas.
3. Kritis
Pasien bergejala kritis yakni pasien terinfeksi Covid-19 dengan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), sepsis dan syuk sepsis, atau kondisi lainnya yang membutuhkan alat penunjang hidup seperti ventilasi mekanik atau terapi vasopresor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-anak.jpg)