Ritual Berujung Maut di Jember

RITUAL MEDITASI di Pantai Selatan Jember Renggut 10 Nyawa, Dilakukan Tengah Malam,Begini Kronolginya

Sebuah ritual meditasi di Pantai Selatan Jember memakan korban. Sejumlah warga Kabupaten Jember Jawa Timur meninggal dunia.

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Bagus Supriadi/Dokumentasi Basarnas Jember
Evakuasi warga yang tenggelam di pantai payangan Jember. 

TRIBUN-BALI.COM - Sebuah ritual meditasi di Pantai Selatan Jember memakan korban.

Sejumlah warga Kabupaten Jember Jawa Timur meninggal dunia.

Kegiatan ritual di Pantai Payangan Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur yang digelar Minggu (13/2/2022) dini hari memakan korban jiwa.

Sebanyak 24 warga Jember (sebelumnya diberitakan 23 orang) terseret ombak Pantai Payangan di Kecamatan Ambulu pada Minggu (13/2/2022).

Mereka adalah rombongan padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara.

Baca juga: PRIA ini Tidur Bareng Mayat Pacar 3 Hari, Awalnya Ajak Jalan-jalan & Berhubungan Intim Lalu Dihabisi

Baca juga: Agar Tak Jadi Tempat Uka-uka Karena Kurang Terawat, Alun-alun Kota Semarapura Bakal Dirombak

Baca juga: Festival Legong Keraton Lasem di Denpasar Diikuti 90 Orang, Merupakan Tari Ibu

Baca juga: Simak Gejala yang Harus Diwaspadai Setelah Pasien Omicron Menjalani Isoman

Mereka menggelar ritual khusus di kawasan pantai.

Peristiwa tersebut berawal saat 24 orang berangkat dari Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi untuk menggelar ritual di area Pantai Payangan dan Watu Ulo.

Warga yang ikut ritual berasal dari berbagai kecamatan di Jember, dan tergabung dalam padepokan Jamaah Tunggal Jati Nusantara.

Mereka tiba di kawasan pantai pada Sabtu (12/2/2022) pukul 23.30 WIB.

Rombongan kemudian mempersiapkan diri untuk melakukan ritual bersama di pinggir pantai.

Menurut Kapolsek Ambulu AKP Makruf, petugas pantai sudah memperingatkan warga agar tidak melakukan kegiatan di sekitar pantai karena ombak sedang tinggi.

Imbauan tak diindahkan, Minggu tengah malam sekitar pukul 00.25 WIB, 24 orang yang mengikuti ritual tersebut dihantam ombak.

Akhirnya, warga meminta bantuan pihak kepolisian untuk menyelamatkan mereka.

Petugas kepolisian juga berkoordinasi dengan tim SAR hingga TNI untuk membantu korban.

Data sementara menyebutkan, ada 15 orang yang tersapu, namun tiga di antaranya selamat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved