Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hari Valentine

DULU DILARANG, Kini Arab Saudi Ikut Ramaikan Hari Valentine

Sebagian besar negara di dunia ikut meramaikan hari kasih sayang ini, termasuk Arab Saudi.

Editor: Sabrina Tio Dora Hutajulu
TRIBUNNEWS
Wanita melewati toko pakaian dalam menjelang hari Valentine, di mal Panorama di ibukota Saudi, Riyadh, pada 9 Februari 2022. Pakaian merah dan pakaian dalam dipajang di toko-toko Saudi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dulu Dilarang, Kini Arab Saudi Ikut Ramaikan Hari Valentine.

Setiap tanggal 14 Februari diperingati sebagai Hari Valentine.

Baca juga: 60 Kalimat Ucapan Selamat Hari Valentine: Terima Kasih Telah Menjadi Bagian Terbaikku

Hari Valentine merupakan perayaan tahunan yang identik akan romansa dan cinta.

Sebagian besar negara di dunia ikut meramaikan hari kasih sayang ini, termasuk Arab Saudi.

Dulunya Hari Valentine sangat terlarang di Arab Saudi dan dianggap tidak sinkron dengan nilai-nilai Teluk Arab.

Namun sekarang, Hari Valentine dirayakan di Kerajaan dengan nuansa romantis, banyak pilihan hadiah, dan penawaran perjalanan komersial yang dirancang untuk membuat acara tersebut berkesan, seperti dikutip dari Arab News.

Arab Saudi kini menawarkan banyak pilihan petualangan romantis kepada pasangan yang sedang berkencan, mulai dari bersantap mewah di restoran kelas dunia hingga tempat menginap dan liburan indah di hutan belantara Arab.

Selain itu, banyak toko yang menjual pakaian berwarna merah dan pakaian dalam yang dipajang di etalase.

Itu menunjukkan semakin populernya Hari Valentine di Arab Saudi.

Lonjakan penjualan dan hadiah Valentine menjadi lebih umum di kalangan penduduk muda Saudi.

Akan tetapi tulisan "Valentine" tidak terlihat di mana pun.

"Manajemen telah meminta kami untuk mendekorasi etalase dengan pakaian dalam berwarna merah, tetapi tanpa menyebutkan Hari Valentine di mana pun," kata seorang penjual di mal Riyadh, seperti dikutip dari NDTV.

Baca juga: Khusus Valentine, Promo Alfamart 14 Februari 2022, Promo Cokelat, Easy Rp15.500, Emeron Rp14.900

Pajangan tersebut mewakili perubahan di Arab Saudi, di mana polisi agama pernah menindak penjualan perlengkapan Hari Valentine dan bahkan pada orang-orang yang mengenakan pakaian merah selama festival 14 Februari.

Hari Valentine memiliki asal-usul yang tidak jelas sejak zaman Romawi, ketika beberapa martir Kristen bernama Valentine.

Perayaan untuk kekasih, yang ditandai secara luas di seluruh dunia, sangat dilarang di kerajaan ultrakonservatif yang hanya akan menandai hari libur Muslim dan hari nasionalnya di bulan September.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved