Berita Bali
BMKG Perpanjang Masa Peringatan Dini Cuaca Wilayah Bali, Daerah Berpotensi Bencana Berkurang
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar kembali memperpanjang peringatan dini cuaca dari tanggal 13 hingga
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar kembali memperpanjang peringatan dini cuaca dari tanggal 13 hingga 19 Februari 2022.
Sejumlah wilayah di Bali, diprediksi masih berpotensi dilanda cuaca hujan lebat disertai petir dan angin kencang, namun pada 19 Februari 2022 esok wilayah terdampak mulai berkurang.
"Peringatan dini cuaca pada 18 Februari 2022 9 kabupaten/kota di Bali berpotensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang berdurasi singkat di Kota Denpasar, Buleleng, Karangasem, Tabanan, Klungkung, Badung, Gianyar, Jembrana dan Bangli," terang Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Wiryajaya kepada Tribun Bali, pada Jumat 18 Februari 2022.
Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Merata di Bali Hingga Pukul 15.20 WITA
"Untuk 19 Februari 2022 wilayah berpotensi hanya 3 wilayah yakni Buleleng, Tabanan dan Jembrana," imbuhnya
BBMKG Wilayah III Denpasar mengimbau masyarakat untuk waspada dampak bencana yang ditimbulkan dari cuaca tersebut.
"Masyarakat diiimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang dapat ditimbulkan seperti banjir, genangan air tanah longsor, angin kencang, pohon tumbang dan kalat/petir," ujarnya.
Baca juga: BMKG: Peringatan Dini Cuaca Ekstrem Hingga Pukul 09.00 Wita, Wilayah Terdampak Denpasar & Sekitarnya
Selain itu, kata Wirya, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi, bagi pengguna dan operator jasa transpotasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang laut tinggi tersebut.
Potensi gelombang laut dengan ketinggian mencapai 2 meter atau lebih berpeluang terjadi di Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan, Samudera Hindia selatan Bali.
"Agar diperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti, Perahu Nelayan, Kapal Tongkang, Kapal Ferry, Kapal Kargo atau Kapal Pesiar," pungkas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/cuaca-ekstrem_20180429_153636.jpg)