Bali United
Sindiran Suporter: Bali United Seharusnya Bisa Menang Besar, Jika Wasit Tak Putuskan Offside Terus
Bali United disebut seharusnya bisa menang dengan skor lebih besar saat melawan PSIS jika saja wasit tak sering mengambil keputusan offside.
Penulis: Putu Kartika Viktriani | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM - Pertandingan Bali United Vs PSIS Semarang yang berlangsung tadi malam, 20 Februari 2022 menyisakan banyak kontrovesi.
Hal ini tak lepas dari beberapa keputusan krusial wasit dalam laga tersebut yang menuai pro dan kontra dari para penonton.
Bali United berhasil menang dalam laga tersebut dengan skor tipis 1-0 berkat gol tunggal Mbarga pada menit ke-34.
Laga yang berlangsung di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Bali itu berjalan sengit.
Namun sejatinya, Bali United berpotensi menang dengan skor lebih besar, jika saja wasit memberikan penalti saat winger asing Privat Mbarga dijatuhkan di kotak terlarang.
Sayangnya, tak ada keputusan apapun dari wasit usai insiden tersebut terjadi.
Dikutip dari Tribun-Bali.com dalam artikel berjudul "Kualitas Wasit Merosot, Keputusan Hakim Garis Paling Disorot, Fans Bali United Minta PSSI Evaluasi" pemimpin laga Bali United Vs PSIS Semarang yaitu wasit utama Sance Lawita asal Sulawesi Utara, asisten wasit satu Anang Sutardi asal Jawa Barat dan asisten wasit kedua Sudarmono asal DKI Jakarta menuai kritikan usai memimpin laga ini.
Baca juga: Preview Derbi Jawa Timur Persebaya Surabaya vs Arema FC Live Indosiar Besok, Dominasi Singo Edan
Pelanggaran keras terhadap pemain Bali United pun tak digubris wasit.
Hal yang paling menjadi sorotan adalah keputusan asisten wasit kedua (hakim garis), Sudarmono, yang terus menerus mengangkat bendera offside.
Keputusan itu membuat Bali United beberapa kali gagal mencetak gol.
Sebut saja pada menit 31 saat Stefano Lilipaly melepas umpan dari sisi kiri serangan Bali United, bola yang diterima Ilija Spasojevic di kotak penalti PSIS.
Spasojevic lalu melepas umpan datar ke Privat Mbarga, tetapi Privat tak menendang bola karena hakim garis mengangkat bendera offside.
Selanjutnya di menit 53 saat Bali United melakukan serangan balik, Privat pun mengirim bola ke kotak penalti untuk disambut Lilipaly.
Baca juga: Kualitas Wasit Merosot, Keputusan Hakim Garis Paling Disorot, Fans Bali United Minta PSSI Evaluasi
Lilipaly akhirnya gagal menendang bola dan gagal mengancam gawang PSIS, akan tetapi perhatian justru pada hakim garis yang mengangkat bendera offside.
Kondisi ini pun mendapat kritik keras dari fans Bali United.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/skuat-bali-united-saat-menang-0-1-dari-psis-semarang.jpg)