Berita Gianyar

Tera Ulang 28 SPBU, Disperindag Gianyar Sebut Tak Ada SPBU Curang di Gianyar

Pemerintah Kabupaten Gianyar, melalui UPTD Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Bali telah melakukan tera ulang terhadap pompa bensi

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Petugas UPTD Metrologi Disperindag Gianyar saat melakukan tera di sebuah SPBU belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM. GIANYAR - Pemerintah Kabupaten Gianyar, melalui UPTD Metrologi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gianyar, Bali telah melakukan tera ulang terhadap pompa bensin di 28 SPBU se-Gianyar.

Merekapun mengatakan bahwa tidak ada satupun SPBU yang melakukan kecurangan atau mengurangi takaran pada konsumen.

Disperindag Gianyar menegaskan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diberikan pada pelanggan telah sesuai standar volume. 

Kepada UPTD Metrologi Disperindag Gianyar, I Ketut Nuraga, Selasa 22 Februari 2022 mengatakan hal tersebut.

Baca juga: Perajin Bata di Gianyar Tak Terima Imbas Pembangunan Pemkab Gianyar, Sukara: Stok Kami Banyak

Kata dia, dua tahun sebelumnya tidak melakukan tera ulang untuk melindungi konsumen dari kecurangan takaran. Baik takaran timbangan maupun volume BBM. 

"Dua tahun kita tidak lakukan, jadi tahun ini wajib dilaksanakan tera, semua pedagang dan pompa bensin yang ada di Gianyar."

"Untuk pompa bensin sudah selesai pada 28 pompa bensin, semua sesuai standar dan tertib ukur," jelasnya. 

Sedangkan untuk tera pada pedagang, kata dia, dilaksanakan mulai Mei 2022 mendatang.

Adapun dalam data yang dipegang pihaknya, jumlah pedagang yang memiliki timbangan/dacin meja dan dacin jongkok sebanyak 6.000 pedagang.

"Tera pada pedagang ini nanti kami gilir di tiap kecamatan," ujarnya.

Baca juga: Mengintip Kondisi Terkini Persija Jelang Kontra Persik Malam Ini di Stadion Dipta Gianyar

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak bisa melakukan tera secara serentak.

Hal itu karena keterbatasan petugas. "Petugas kita terbatas, hanya 4 orang. Sehingga pelaksanaan tidak bisa serentak," kata Nuraga. 

Di samping itu, kata dia, UPTD Metrologi memiliki keterbatasan peralatan, sehingga harus bekerjasama dengan pihak ketiga.

"Nah, untuk pihak ketiga, job mereka terlalu banyak, karena skupnya di seluruh Bali, sehingga mesti menunggu jadwal. Walau demikian, kami optimistis tera ulang pada 6.000 pedagang bisa selesai sesuai target yang ditetapkan," tandasnya. (*)

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved