Berita Klungkung
Air Terjun Tersembunyi di Aan Klungkung Tawarkan Panorama Tebing Nan Indah
Masih tersembunyi dan medan yang alami, menjadi daya tarik Aan Secret Waterfall di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Masih tersembunyi dan medan yang alami, menjadi daya tarik Aan Secret Waterfall di Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali.
Air terjun ini, disebut secret atau rahasia karena untuk mendapatkannya harus melalui medan yang luar biasa.
Terletak diantara tebing yang tinggi, nan curam.
Air terjun ini menawarkan sensasi berpetualang bagi wisatawan yang datang.
Baca juga: 4 Arti Mimpi Melihat Air Terjun, Peristiwa Tak Terduga Akan Terjadi, Bersiaplah!
Demikian dijelaskan Nyoman Dira, guide sekaligus salah satu penemu air terjun ini.
Ia menjelaskan kepada Tribun Bali, bahwa air terjun ini ditemukan pada 15 Mei 2018.
“Dahulu bahkan lokasi ini sempat mau dijadikan tempat pembuangan akhir (TPA), namun karena ada keindahan air terjun sehingga dibatalkan,” jelasnya, Rabu 23 Februari 2022.
Awalnya pula, kata dia, banyak sampah yang berserakan di lokasi air terjun.
Sampah itu kemudian dibersihkan oleh sekelompok orang, yang kini mengelola air terjun ini.
Jumlahnya ada sekitar 13 orang, warga sekitar sana.
“Kelompok juga membantu mengembangkan, mengawasi dan lain sebagainya,” imbuh pria yang juga seniman ini.
Walaupun air terjun ini tidak seviral air terjun lain, namun tidak mengurangi niat Dira dan kawan-kawannya untuk menjaga kebersihan di areal tersebut.
Ia bahkan menyempatkan diri, untuk menghaturkan canang sari dan dupa di air terjun dan sekitarnya setiap hari.
Padahal untuk turun ke bawah, ke lokasi air terjun tersebut, ia harus melewati ratusan lebih anak tangga dengan jarak sekitar 100 meter.
Setelah itu, ia pula harus melewati jalan sungai kecil diantara tebing dengan jarak sekitar 200 meter.
Namun Dira menikmatinya dengan ikhlas dan senang hati.
Sebelum memasuki pintu tangga menuju waterfall, pengunjung akan disuguhi dengan panorama hamparan sawah nan indah.
Dira dan istrinya juga membuka warung, dengan kursi menghadap sawah.
Aneka makanan dan jajanan khas Bali, disuguhkan hangat dan fresh dengan harga sangat terjangkau.
Seperti jajan laklak berisi gula merah dan parutan kelapa, yang dibanderol Rp 5.000 seporsi.
Dira bahkan membantu membuatkan laklak tersebut, di tungku api yang masih alami khas Bali dengan kayu bakar.
Ada pula tipat cantok dan aneka minuman, seperti es gula merah dengan perasan jeruk.
Membantu melepas dahaga, dan rasa lapar wisatawan tatkala naik dari air terjun.
“Saat ini, selain pengunjung lokal, juga ada pengunjung internasional yang datang melihat air terjun ini,” katanya.
Ia mengatakan, sebelum situasi pandemi, memang kedatangan turis lokal maupun asing cukup banyak.
Namun saat pandemi, kedatangan turis mulai menurun.
Tiket masuk pun masih berupa donasi atau dana punia.
Kemudian sebelum menuruni tangga, Dira memberitahu agar pengunjung membunyikan kulkul terlebih dahulu.
Baca juga: Finest Day Club di Gianyar Hadir di Omma Bali, Sensasi Nongkrong dengan View Air Terjun Tegenungan
Sebagai bentuk salam dan izin untuk memasuki area tersebut.
“Beruntung ada bantuan dana dari Kementerian Desa, untuk membangun tangga ini dengan semen,” ujarnya sembari menuruni anak tangga.
Dira bahkan bersama kelompoknya, dahulu membuka jalan untuk dijadikan pijakan yang lebih aman.
Bahkan ada beberapa bagian jalan, masih berisi akar pohon karena sebelumnya jalan itu adalah gundukan tanah.
“Dulu sebelum ada jalan, saya memanjat tebing-tebing ini, dengan berpegangan pada akar pohon,” katanya.
Sisanya masih dibiarkan jalan tanah, karena dianggap cukup kuat dan agar meninggalkan kesan alami.
Tentu saja tangga dari tanah itu, terlihat kian menarik karena ditumbuhi lumut.
Dira juga memberikan potongan bambu, yang dibentuk menjadi tongkat untuk membantu selama perjalanan.
Setelah menuruni tangga, selanjutnya memasuki jalan sungai dengan air semata kaki hingga di bawah lutut.
Perjalanan kian seru, karena medan sungai berliku-liku.
Terutama di pintu masuk yang terlihat agak seram, membuat bulu kuduk merinding.
Namun begitu memasuki area dalam, nuansa indah alami sangat terpampang nyata.
Tebing-tebing ditumbuhi lumut, dan tanaman rambat nan hijau.
Suara air dari berbagai sumber tebing, menderu diantara bebatuan.
“Air-air ini adalah air yang mengairi sawah juga,” jelas Dira sambil terus berjalan.
Ia pula mengajak pengunjung menanam pohon, agar ke depannya pemandangan di area air terjun kian asri nan indah.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterimakasih kepada pengunjung yang datang ke lokasi ini, terutama yang mau ikut menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan,”tegasnya.
Ia juga terus mengampanyekan kepada generasi muda setempat, agar tetap menjaga lingkungan, serta tidak membuang sampah sembarangan, apalagi sampah plastik.
Beberapa sampah plastik, dipajang di badan tebing, untuk mengingatkan pengunjung akan bahayanya jika dibuang sembarangan.
“Kami akan terus merawat lokasi air terjun ini, dan kami juga tidak terlalu berambisi agar banyak tamu datang ke sini. Kami serahkan semuanya kepada alam, intinya merawat dulu,” sebutnya.
Saat Tribun Bali berkunjung, ada kelompok mahasiswa sedang melakukan KKN di lokasi tersebut.
I Putu Sedana Putra, koordinator KKN mahasiswa tersebut mengamini bahwa pihaknya sedang melakukan kuliah kerja nyata di Desa Aan, Klungkung.
“Kami melihat air terjun ini memang luar biasa, karena secretnya itu, jadi tempat yang rahasia namun indah,” katanya.
Baca juga: Intip Keindahan Air Terjun Tegenungan Gianyar, Banyak Spot Menarik
Mereka juga menyempatkan diri membantu Dira membersihkan lokasi air terjun, serta menatanya.
Baginya, menuju lokasi air terjun adalah petualangan tersendiri.
Ia pun mengajak semua orang untuk tetap menjaga lingkungan, agar bebas dari sampah khususnya sampah plastik. (*).
Kumpulan Artikel Klungkung
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/aan-secret-waterfall-di-klungkung.jpg)