Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Berikut Upacara untuk Ari-ari Bayi Baru Lahir

Keempat saudara ini dipercaya akan menjaga bayi tersebut, bahkan hingga dia dewasa dan meninggalkan dunia ini nantinya

Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Suasana saat seorang ayah membersihkan dan menanamkan ari-arinya anaknya di rumah. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Umat Hindu mengenal Panca Yadnya, yakni yadnya yang dilakukan dalam keseharian dan berbagai upacara lengkap dengan upakaranya.

Salah satunya adalah Manusa Yadnya, baik itu pawiwahan (pernikahan) hingga kelahiran sang anak.

Tatkala bayi lahir ke dunia, maka ada nyama atau saudara empat yang ikut bersamanya.

Diantaranya, ari-ari, lamas, lamas atau lemak, yeh nyom atau air ketuban, dan darah atau getih.

Baca juga: 22 Bayi Lahir di 22-2-2022, Ada yang Diberi Nama Bayi

Keempat saudara ini dipercaya akan menjaga bayi tersebut, bahkan hingga dia dewasa dan meninggalkan dunia ini nantinya.

Salah satu bagian penting dari kanda pat atau saudara empat itu, adalah ari-ari. Sehingga begitu seorang ibu melahirkan, maka ari-arinya harus langsung dibawa pulang ke rumah dan diupacarai dengan banten atau upakara.

Tentu saja sebelum itu, ari-ari dibersihkan terlebih dahulu.

Dibilas dengan air, yang dicampur dengan bunga serta minyak wangi atau dikenal dengan yeh kumkuman.

Ari-ari itu kemudian dimasukkan, ke dalam sebutir kelapa (bungkak nyuh gading).

Yang di atasnya dituliskan huruf Ongkara. Sedangkan di bagian bawahnya dituliskan huruf Ahkara.

Dimasukkan pula daun sirih atau lekesan, beserta perlengkapannya. Serta beberapa jenis duri, dari dahan mawar, terong, dan lainnya.

Dan itu dibungkus dengan kain warna putih. Bahkan ada pula yang melengkapi dengan ijuk, lalu dipendam atau ditanam di dalam tanah.

Apabila bayi laki-laki, maka ari-arinya ditanam di sebelah kanan pintu masuk bangunan tempat tidur si bayi dan posisi itu dilihat dari dalam ruangan.

Sebaliknya, apabila ari-arinya adalah dari bayi wanita, maka ditanam di sebelah kirinya.

Baca juga: 3 Bayi Lahir pada Hari Valentine di RSUP Sanglah Denpasar

Mantra tatkala menanam ari-arinya, adalah 'Om sang ibu pertiwi rumaga bayu, rumaga amerta sanjiwani, angemertanin sarwa tumuwuh, lalu sebutkan nama si bayi, mangde dirgayusa nutugang tuwuh'.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved