Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Agresi Rusia ke Ukraina

100.000 Warga Ukraina Tinggalkan Rumah Mereka, Sebagian Mengungsi ke Luar Negeri

UNHCR melaporkan beberapa ribu orang lainnya telah meninggalkan Ukraina sejak negara tetangga Rusia menyerbu pada Kamis (24/2/2020).

Editor: Bambang Wiyono
Wolfgang Schwan/Anadolu Agency via Al Jazeera via kompas.com
Pemandangan sebuah apartemen atau rumah susun yang rusak akibat serangan udara Rusia di Chuhuiv, wilayah Kharkiv, Ukraina timur, Kamis (24/2/2022).  

TRIBUN-BALI.COM, KIEV - Agresi militer Rusia ke Ukraina memaksa ratusan ribu warga setempat untuk meninggalkan rumah-rumah mereka. 

United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) atau Komisioner PBB untuk Pengungsi mencatat sekitar 100.000 orang telah meninggalkan rumah mereka di Ukraina.

Sementara, UNHCR melaporkan beberapa ribu orang lainnya telah meninggalkan Ukraina sejak negara tetangga Rusia menyerbu pada Kamis (24/2/2020).

"Kami meyakini bahwa sekitar 100.000 orang pasti telah meninggalkan rumah mereka dan mungkin mengungsi di dalam negeri, dan beberapa ribu telah melintasi perbatasan internasional," kata juru bicara UNHCR Shabia Mantoo kepada AFP.

Komisaris Tinggi UNHCR, Filippo Grandi, telah menyuarakan keprihatinan serius atas memburuknya situasi dengan cepat ketika operasi militer berlangsung di seluruh Ukraina dan mendesak negara-negara tetangga untuk menjaga perbatasan mereka tetap terbuka bagi mereka yang mencari keselamatan dan perlindungan.

"Kami terus mengikuti situasi dengan cermat dan memperkuat operasi kami di Ukraina dan negara-negara tetangga," kata dia.

Presiden Ukraina Volodmyr Zelensky sendiri telah mengumumkan jumlah korban pada hari pertama serangan Rusia ke negaranya.

Menurut dia, korban tewas tak hanya dari pihak militer, namun juga warga sipil.

"Hari ini kita telah kehilangan 137 pahlawan kami, warga negara kita. Militer dan sipil," kata Zelensky dalam pidatonya, dikutip dari AFP, Jumat (25/2/2022).

Zelensky menambahkan sedangkan 316 orang lainnya mengalami luka-luka.

Guna melawan invasi Rusia, Zelensky menandatangani sebuah dekrit perintah mobilisasi umum selama 90 hari.

Dekrit itu berisi seruan kepada warga Ukraina yang mengikuti wajib militer untuk ikut berperang. (*)

Artikel ini tekah tayang di kompas.com dengan judul https://www.kompas.com/global/read/2022/02/25/121500770/rusia-serang-ukraina-100.000-warga-tinggalkan-rumah-sebagian-mengungsi-ke

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved