Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Konflik Rusia vs Ukraina

AS Perkirakan Rusia Akan Kepung Kyiv, Sirene Telah Berbunyi Keras di Kota Ukraina

Pemerintah Amerika Serikat memperkirakan, Rusia akan mencoba mengepung Kyiv dalam beberapa hari mendatang.

Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Karsiani Putri
SKY via Express.co.uk
Serangan artileri Rusia menghantam wilayah Brovary dan Solomenka yang menyebabkan kerusakan masif dan sejumlah orang tewas, Senin kemarin. 

TRIBUN-BALI.COMPemerintah Amerika Serikat memperkirakan Rusia akan mencoba mengepung Kyiv dalam beberapa hari mendatang.

Menurut salah satu pejabat senior pertahanan AS pada Senin, 28 Februari 2022, serangan tersebut dapat lebih agresif karena frustasi dengan kemajuan lambat mereka di ibukota Ukraina.

Suara sirine serangan udara meraung di jalan-jalan yang sebagian besar telah kosong di Kyiv pada hari Senin kemarin.

Baca juga: Mantan Wamenlu Rusia Sebut Invasi ke Ukraina Akan Berakhir 2 Maret, Sebut Dengan Kemenangan Putin

Baca juga: Mantan Dubes RI untuk Rusia Wahid Supriyadi, Ukraina dan Rusia Itu Bersaudara

Baca juga: Harga Mi Instan Hingga Roti di Dalam Negeri Berpotensi Naik Akibat Perang Rusia-Ukraina 

Selain itu, sirene itu memperingatkan kemungkinan serangan rudal lain oleh Rusia ketika kota itu bersiap untuk pertempuran yang lebih buruk yang akan datang ketika pasukan Rusia mendekat.

"Kami memprediksi mereka akan terus bergerak maju dan mencoba mengepung kota dalam beberapa hari mendatang," kata pejabat itu, seraya menambahkan bahwa pasukan Rusia berada sekitar 25 km (16 mil) dari pusat kota Kyiv.

Dilansir Tribun-Bali.com dari Reuters via Kontan.id pada Selasa, 1 Maret 2021, para pejabat AS percaya bahwa perlawanan keras Ukraina telah memperlambat kemajuan pasukan Rusia dan kegagalan perencanaan telah membuat beberapa unit Rusia tanpa bahan bakar atau pasokan lainnya.

"Salah satu hal yang bisa terjadi adalah evaluasi ulang taktik mereka dan potensi mereka untuk menjadi lebih agresif dan lebih terbuka, baik dalam ukuran dan skala penargetan mereka di Kyiv," kata pejabat itu kepada wartawan.

Baca juga: Mantan Wamenlu Rusia Sebut Invasi ke Ukraina Akan Berakhir 2 Maret, Sebut Dengan Kemenangan Putin

Pejabat itu, yang berbicara dengan syarat anonim dan tidak memberikan bukti, mengatakan Amerika Serikat belum melihat ini terjadi tetapi mengkhawatirkannya.

Pasukan Rusia, memasuki hari kelima invasi Ukraina, telah menembakkan sekitar 380 rudal ke sasaran Ukraina, kata pejabat itu.

Baca juga: Mantan Dubes RI untuk Rusia Wahid Supriyadi, Ukraina dan Rusia Itu Bersaudara

Baca juga: Harga Mi Instan Hingga Roti di Dalam Negeri Berpotensi Naik Akibat Perang Rusia-Ukraina 

Selain itu, Presiden Vladimir Putin telah mengerahkan hampir 75% kekuatan tempur pra-tahapnya ke Ukraina.

Pejabat itu mengatakan tidak ada indikasi bahwa pasukan Belarusia berada di Ukraina, bergerak ke arah itu atau bersiap untuk pindah ke Ukraina.

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan pekan lalu bahwa pasukan dari negara bekas Sovietnya dapat ambil bagian dalam operasi militer Rusia melawan Ukraina jika diperlukan.

Pejabat itu menambahkan bahwa Amerika Serikat telah melihat beberapa sinyal bahwa kontraktor militer swasta dari Grup Wagner dapat terlibat di Ukraina untuk mendukung pasukan Rusia.

Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi pada Grup Wagner, menuduhnya melakukan operasi klandestin untuk Kremlin.

Putin telah mengatakan sebelumnya bahwa kelompok itu tidak mewakili negara Rusia, tetapi kontraktor militer swasta memiliki hak untuk bekerja di mana pun di dunia selama mereka tidak melanggar hukum Rusia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved