Hacker Anonymous Tawar Tentara Rusia Rp 750 Juta per Tank, Hanya Perlu Kibarkan Bendera Putih
Hacker Anonymous Tawar Tentara Rusia Rp 750 Juta per Tank, Hanya Perlu Kibarkan Bendera Putih
TRIBUN-BALI.COM – Pasukan Rusia dibawah komando Presiden Vladimir Putin nampaknya belum puas membombardir Ukraina.
Sampai hari ini, pasukan Rusia telah berhasil menguasai Kota Kiev, Sumy, dan Kharkiv di wilayah Ukraina.
Kini pasukan Rusia tengah diarahkan menuju Kota Kherson.
Pemerintah Ukraina terus meminta bantuan ke berbagai pihak untuk membantu agar Rusia menghentikan invasinya.
Baca juga: Doni Salmanan Segera Susul Indra Kenz? Aplikasi Binomo Bawa Crazy Rich ke Jeruji Besi
Salah satunya, pemerintahan Ukraina meminta bantuan hacker anonymous.
Hacker Anonymous pun memberikan penawaran khusus untuk semua pasukan Vladimir Putin yang ada di Ukraina.
Melansir dari laman cryptopotato, hacker tersebut memberikan penawaran dana dalam bentuk Bitcoin, sebesar 52.000 dolar AS atau setara dengan Rp 748 juta (dengan satuan USD Rp 14,385) untuk setiap kendaraan tempur yang diserahkan ke mereka.
Organisasi siber tersebut menyebut, nantinya setiap tank Rusia yang ingin ditukarkan ke dalam mata uang cryptocurrency, cukup mengibarkan bendera putih yang dilengkapi tulisan berkode "juta".
Penawaran ini muncul setelah Wakil Humas Ukraina, Mykhailo Fedorov meminta bantuan para Hacker Anonymous untuk menghentikan invasi Rusia di wilayahnya dengan serangan digital.
“Kami membutuhkan talenta digital. Akan ada tugas untuk semua orang. Kami terus berjuang di depan cyber,” jelas Fedorov.
Berkat bantuan dari hacker anonymous hanya dalam kurun waktu dua hari, pihaknya berhasil membobol lebih dari 300 data base pemerintah Rusia.
Baca juga: Rp 14 Miliar untuk Kepala Presiden Rusia Vladimir Putin, Alex Konanykhin Dukung Ukraina
Akibat aksi peretasan ini membuat organisasi hacker tersebut sukses menggumpulkan 1 miliar rubel atau sekitar 10 juta dolar AS.
Sebelumnya AS dan sekutunya juga telah melayangkan berbagai sanksi ekonomi seperti pemblokiran sistem SWIFT untuk memukul mundur militer pimpinan Vladimir Putin dari wilayah Ukraina.
“Strategi kami, sederhananya, adalah memastikan ekonomi Rusia mundur. Selama Presiden Putin memutuskan untuk melanjutkan invasinya ke Ukraina,” tegas juru bicara pemerintahan Biden.
Meski sanksi tersebut telah merontokan mata uang Rusia rubel hingga jatuh ke nilai terendah dalam sepanjang sejarah. Namun nampaknya hal tersebut tak kunjung membuat Rusia jera dan melepaskan cengkramannya dari Ukraina.
Artikel terkait telah tayang di Tribunnews dengan judul Hacker Anonymous Bantu Pukul Mundur Pasukan Putin, Bobol Data Rusia hingga Gelontorkan Bitcoin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/anonymous_20151117_161840.jpg)