Berita Buleleng
Dua Keluarga di Kaliasem Buleleng Berkelahi, Berujung Saling Lapor Polisi
Dua Keluarga di Kaliasem Buleleng Berkelahi, Berujung Saling Lapor Polisi, Alami luka-luka hingga Harus Dioperasi
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Irma Budiarti
Saat keluar itu, Kadek Bayu disebut-sebut langsung dianiaya oleh tiga orang pria.
Satu orang memegang dirinya, sementara dua orang lainnya memukul dan menusuknya menggunakan parang.
Akibat dianiaya itu, Kadek Bayu langsung menjerit.
Sehingga Putu Mas Merta bersama anak ketiganya Komang Neka Muliadi langsung keluar rumah, untuk menyelamatkan Kadek Bayu.
Namun Putu Mas Merta serta Komang Neka juga langsung dianiaya menggunakan parang dan linggis.
Sementara Luh Ayu Widiani yang melihat anggota keluarganya telah dianiaya, juga keluar rumah, hingga tubuhnya sempat dibanting.
"Ibu (Luh Ayu Widiani, Red) agak rabun. Sepengetahuan ibu, yang menganiaya itu ada tiga orang. Kondisi paman saya (Putu Mas Merta, Red) saat ini sudah sadar. Baru selesai menjalani operasi karena ada gumpalan darah di kepalanya.
Anak ketiganya (Komang Neka, Red) juga baru selesai menjalani operasi karena ada pembengkakan di kepalanya. Kata dokter anak ketiganya ini harus dua kali dioperasi," ungkapnya.
Ketut Suartana menyebut, hubungan antara Komang Neka dengan tetangganya itu tidak baik.
"Saya kurang tahu masalahnya apa sehingga ada perkelahian, karena rumah saya jauh. Namun yang jelas paman saya sudah sering mengeluh dengan keluarga besar, karena sering diancam oleh tetangganya ini (Kadek Arsana, Red). Sering diajak berkelahi juga," ungkapnya.
Baca juga: Tabrakan Maut Saat Malam Pengerupukan di Sukawati, Ayah dan Anak Tewas, Polisi Buru Mobil Penabrak
Akibat kejadian ini, Luh Ayu Widiani pun telah melaporkan kejadian ini di Mapolsek Banjar dengan nomor laporan LP/07/II/2022/SPKT/Polsek Banjar/Polres Buleleng/Polda Bali.
Sementara dari pantauan pada Sabtu 5 Maret 2022 siang, Kadek Arsana bersama putranya Gede Porda mendatangi Polsek Banjar.
Ia juga melaporkan kasus ini, karena merasa sebagai korban.
Kadek Arsana mengaku dianiaya oleh keluarga Putu Mas Merta, hingga bagian kepalanya luka.
Sedangkan anaknya juga dianiaya hingga tulang pada bagian tangan kirinya patah.