Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

PMI Asal Bali Pulang dari Ukraina

Kesaksian Warga Gianyar Saat Bekerja di Ukraina, Evi: Pulang Hanya Bawa Dua Pakaian

Ni Kadek Evi Oktaviani akhirnya bisa berkumpul dengan orangtuanya di Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Ni Kadek Evi Mertavani bersama ibunya di rumahnya di Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Gianyar, Bali, Selasa 8 Maret 2022 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ni Kadek Evi Oktaviani akhirnya bisa berkumpul dengan orangtuanya di Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali.

Perempuan yang berusia 25 tahun tersebut baru saja pulang dari Ukraina sebagai spa terapis di Bali Spa Ukraina.

Selama berada di negeri yang sedang diinvasi oleh Rusia tersebut, Evi tinggal di Odesa.

Selama di sana, ia pun beberapa kali mendengarkan suara ledakan.

Bahkan saat naik pesawat untuk pulang ke Bali, Evi tidak melakukan persiapan. Ia pulang hanya membawa dua pakaian selain pakaian yang sedang dikenakan.

Baca juga: Security Vila Putri Arab Mesadu ke Disnaker Gianyar, Sebut Kerap Dipotong Gaji Tak Wajar

Ditemui di rumahnya, Selasa 8 Maret 2022, Evi menceritakan, ia telah bekerja di Ukraina sejak 2018, meskipun di awal pandemi banyak pekerja migran Indonesia yang pulang.

Namun saat itu, ia tetap di Ukraina.

Iapun tak menyangka harus pulang karena perang.

Menurut Evi, bekerja di Ukraina telah memperbaiki kondisi perekonomiannya.

Karena itu, iapun sangat sedih harus meninggalkan Ukraina dalam kondisi negara tersebut hancur karena perang.

"Saya ke Ukraina untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Dulu kehidupan kami sangat sulit, sekarang jauh lebih baik," ujar anak dari seorang buruh bangunan tersebut. 

Kepada wartawan, Evi menceritakan saat masih berada di Ukraina dalam situasi perang. 

Saat itu, kata dia, Odesa yang menjadi lokasi apartemennya masih jauh dari konflik.

Meski demikian, ia pun kerap mendengarkan suara ledakan. 

"Selama di Ukraina, tinggal di Odesa. Lokasinya waktu itu masih jauh dari pusat konflik. Tapi saat itu hanya mendengar ledakan. Di kita gak ada hancur. Yang hancur itu di jantung kota," ujarnya.

Baca juga: Pemuda di Sukawati Gianyar Ganti Ogoh-ogoh Gara-gara Kabel

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved