Bisnis
Diskusi Terkait Blockchain Industry, Akses Penyimpanan Data Bebas dari Hacking
Memperingati Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada 8 Maret 2022, T-HUB Bali By Tokocrypto adakan Women In Blockchain Industry.
Penulis: Arini Valentya Chusni | Editor: Noviana Windri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Arini Valentya Chusni
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Memperingati Hari Perempuan Sedunia yang jatuh pada 8 Maret 2022, T-HUB Bali By Tokocrypto adakan Women In Blockchain Industry.
Acara yang digelar dengan sasaran umum ini membahas bagaimana sistem keamanan Blockhain di Industri saat ini.
Acara ini diisi oleh pemateri Melissa Kurtcan sebagai Co Founder of S21, Grace Fustin sebagai Investor at Teja Ventures, dan Jelena Rolanda sebagai Founder of Arche Network.
Graze mengatakan untuk saat ini menurutnya tidak teknologi yang seaman blockchain.
"Jadi blockchain intinya itu kan database terdesentralisai yang aksesnya dibagikan di seluruh jaringan. Artinya data yang udah divalidasi akan disimpan dalam bentuk blok-blok yang kemudian dihubungkan dengan rantai kriptografi," terangnya pada Tribun Bali, Selasa (08/02/2022).
Baca juga: Kondisi Aset dan Bisnis Indra Kez Usai Jadi Tersangka, Bisnis Pindah Tangan, Rumah Mewah Tak Terurus
Baca juga: Kumpulin Cuan Sebelum Lebaran, Ini 10 Ide Bisnis Jualan Barang Khas Ramadan, Dijamin Laris Manis
Baca juga: Penghasilan 6 Zodiak Ini Meningkat, Bisnis Mereka Berkembang dengan Baik Hari Ini 5 Maret 2022
Jadi keunggulan dari Blockchain yaitu meminimalisir adanya hacking data. Karena untuk meng-hacking harus seluruh jaringan dari blockchain, tidak bisa hanya satu. Berbeda dengan teknologi konvensional, yaitu data center bisa dihacking dan semua sistem lumpuh.
Selain itu keunggulan dari Blockchain yakni Data di blockchian juga tidak bisa dihapus dan dimanipulasi.
"Benar, blockchain itu kaya tempat menyimpan catatan transaksi kaya buku besar akuntansi, tapi bentuknya digital dan semua orang bisa akses. Data apa saja bisa disimpan, mulai dari data transaksi keuangan, data distribusi barang, data kesehatan dan lain-lain," terang Antria Pansy selaku penanggung jawab Tokocrypto.
Lebih lanjut, Antria menambahkan perlu adanya pemahaman investasi kripto dan NFT itu adalah dua hal yang berbeda, meskipun saling berkaitan.
"NFT adalah aset digital dengan nilai yang tidak dapat diganti atau ditukarkan. Alasanya, karena setiap NFT bersifat unik, dan informasi keasliannya akan selalu tersimpan di blockchain. Sementara, kripto, seperti Bitcoin, Ethereum, TKO dan lainnya itu bisa ditukar, karena sifatnya fungible. Layaknya mata uang tradisional, kamu bisa menukarkan 1 Bitcoin dengan 2x 0,5 Bitcoin, dan nilai yang didapat pun akan tetap sama persis," tambah Antria.
Investasi NFT pada dasarnya memiliki kesamaan seperti di karya seni fisik atau lainnya. Sebagai contoh dahulu ada kartu basket yang banyak dikoleksi oleh kalangan anak muda tahun 2000an. Saat ini, kartu basket tersebut bila dijual, tentu harganya akan meningkat, apalagi yang rare. Konsep NFT pun sama seperti itu.
"Jika dibandingkan kripto. NFT memang lemah di sisi likuiditas. NFT dianggap aset yang tidak likuid, karena siapa pun yang membeli NFT, belum tentu akan bisa menjualnya kembali. Kripto tidak begitu kapan pun bisa diperjualbelikan, walaupun market sedang anjlok," tutup Antria.(*)