Konflik Rusia vs Ukraiba
MAKIN Memanas: AS dan NATO Kirim Bantuan Senjata ke Ukraina, Salah Satunya MANPADS
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan NATO kembali mengirimkan pasokan senjata ke Ukraina.
Penulis: I Putu Juniadhy Eka Putra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM – Perang antara Rusia dan Ukraina makin memanas.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan NATO kembali mengirimkan pasokan senjata ke Ukraina.
Adapun senjata yang dikirim pihak barat termasuk barang-barang yang cukup berbahaya.
Senjata tersebut seperti rudal yang dapat ditembakkan dari bahu manusia atau sering disebut Man-Portable Air-Defense System (MANPADS).
Diketahui MANPADS dapat menjatuhkan pesawat udara serta sebagai senjata yang dapat mempertahankan wilayah udara Ukraina.
Lebih lanjut, senjata satu yang akan di Ukraina beberapa jam tersebut pun diharapkan membantu Ukraina memerangi pasukan invasi Rusia.
Menurut Intelijen AS, saat ini, invasi Rusia jauh lebih efektif dan ganas ketimbang perkiraan mereka sebelumnya.
Dilansir Tribun-Bali.com dari Kompas.com pada Sabtu 12 Maret 2022 dalam artikel berjudul AS dan NATO Kirim Senjata ke Ukraina, Termasuk MANPADS untuk Jatuhkan Pesawat, namun memindahkan jumlah persenjataan itu ke dalam konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia Kedua membawa risiko bahwa beberapa bisa jatuh ke tangan yang salah –kemungkinan telah dipertimbangkan oleh Barat.
"Terus terang, kami percaya bahwa risiko layak diambil sekarang karena Ukraina bertempur dengan sangat terampil dengan alat yang mereka miliki dan mereka menggunakannya dengan sangat kreatif," kata seorang pejabat senior pertahanan AS pada Jumat, ketika ditanya tentang bahaya itu.
Baca juga: Rusia Ungkap Amerika Serikat dan Ukraina Buat Senjata Biologis, Amerika Serikat Akui Hal ini
Rudal yang sangat portabel seperti Stinger surface-to-air missiles (termasuk jenis MANPAD) dapat membantu memenangkan perang.
Tetapi, sejarah mencatat, di masa lalu senjata ini juga telah hilang, dijual, atau berakhir di gudang senjata kelompok ekstremis.
Misalnya, ratusan Stinger yang dipasok oleh AS dipandang sebagai kunci untuk membantu pemberontak mujahidin mengusir pasukan Soviet keluar dari Afghanistan dalam konflik yang berlangsung pada 1980an dan 1990-an.
Tetapi, AS kemudian menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mencoba memulihkan MANPADS yang tidak digunakan dari negara itu dan dari zona konflik lainnya di seluruh dunia.
Dalam sebuah studi yang didanai Pentagon pada 2019, think-tank RAND Corp memperkirakan bahwa lebih dari 60 pesawat sipil telah terkena MANPADS sejak tahun 1970-an, menewaskan lebih dari 1.000 warga sipil.
Pada 2019, 57 kelompok bersenjata non-negara dipastikan memiliki atau diduga memiliki MANPADS. Amerika Serikat dan NATO belum mengungkapkan berapa banyak MANPADS yang telah ditransfer ke Ukraina sejak dimulainya invasi, yang sekarang memasuki minggu ketiga. Sejauh ini, Rusia belum menargetkan konvoi senjata Barat menuju ke Ukraina dan pejabat senior pertahanan AS mengatakan Amerika Serikat belum melihat persediaan yang dipasok Barat jatuh ke tangan Rusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/manpads.jpg)