Berita Badung
Maksimalkan Tingkat Kunjungan Wisatawan, Dispar Badung Akan Optimalkan Sistem Information Tourism
Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung mulai mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan wisatawan mancanegara
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Badung mulai mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).
Salah satu langkah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Badung Dispar akan mengoptimalkan Sistem Informasi Tourism.
Kini Dinas Pariwisata juga sudah memiliki aplikasi yang mempermudah wisatawan untuk mengakses Daya Tarik Wisata (DTW) yang ada.
Selain itu, pelaku pariwisata juga bisa melakukan transaksi pariwisata dan promosi.
Baca juga: Tertib Lalu Lintas, Putu Sukerti Senang Dapat Hadiah Minyak Goreng Dari Polres Badung
Kadis Pariwisata Kabupaten Badung, Nyoman Rudiarta menerangkan bahwa Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata sebenarnya mempunyai suatu aplikasi yang bernama Sita.
Sita yang dimaksud yakni Sistem Informasi Pariwisata, yang server-nya dikelola oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Badung.
"Kita sudah ada aplikasi Sita. Itu yang akan kita optimalkan untuk mengoptimalkan kedatangan wisatawan," ucapnya Jumat 11 Maret 2022.
Aplikasi Sita katanya sebelumnya kurang maksimal.
Hal itu karena adanya persaingan internal yang semakin tinggi, ditambah kekurangan informasi, dan keinginan pelaku wisata untuk masuk di Sita rendah.
Baca juga: Komisi I DPRD Badung Pertanyakan Nasib Tenaga Kontrak dan Honorer yang Akan Dihapus Tahun 2023
"Kan banyak saat ini travel agent online itu yang malah ramai. Padahal kita punya aplikasi," imbuhnya.
Pihaknya berharap adanya suatu jalinan kolaborasi antar OPD dan unsur terkait lainnya, dalam memaksimalkan aplikasi tersebut.
"Sita ini tidak hanya berbicara pada tatanan DTW, maupun desa wisata. Tapi juga berbicara tentang industri pariwisata maupun hiburan umum. Tujuan Sita juga melakukan promosi dan transaksi," ungkapnya.
Sebagai leading sektor yang membidangi hal tersebut, dirinya berharap Kominfo dapat lebih memegang peranan akan hal itu.
Sehingga, semua aplikasi yang dibangun OPD harus mendapatkan rekomendasi dari Kominfo.
Baca juga: Seribu Pedagang Pasar Badung Ikuti Vaksin Keliling Polsek Denpasar Barat
"Dengan demikian akan tercipta sebuah big data yang nantinya dapat berperan maksimal dalam menunjang informasi kepariwisataan di Badung. Jangan sampai sistem yang dibuat masing-masing OPD nantinya bertentangan, akibat terlalu banyak sistem yang lahir," tegasnya.
Lebih lanjut pihaknya akan mengoptimalkan dengan melakukan sosialisasi kedepannya. Setiap pembinaan yang dilakukan juga akan diminta untuk menginput data di Sita. Sehingga sumber informasi pariwisata di Badung ada di Sita.
"Badung tourism informasi ini ada di bagian Sita," imbuhnya. (*)
Berita lainnya di Berita Badung